{"id":1390,"date":"2022-10-25T15:52:00","date_gmt":"2022-10-25T08:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?page_id=1390"},"modified":"2024-01-27T12:09:16","modified_gmt":"2024-01-27T05:09:16","slug":"history","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/history\/","title":{"rendered":"History"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"1390\" class=\"elementor elementor-1390\" data-elementor-post-type=\"page\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a8d925b e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"a8d925b\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-2066021 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"2066021\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-01a3859 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"01a3859\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"500\" height=\"700\" src=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/history.jpeg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-4267\" alt=\"history\" srcset=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/history.jpeg 500w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/history-214x300.jpeg 214w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/history-9x12.jpeg 9w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\">\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8d25420 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"8d25420\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d746549 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"d746549\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada Era Kolonial Belanda, Blitar yang terletak di lereng Gunung Kelud dijadikan sebagai salah satu pusat budidaya  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"1390\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> di Jawa Timur, sehingga ribuan hektar perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"1390\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> dibuka di sini. Tidak terkecuali perkebunan De Karanganjar yang dirikan pada tahun 1874 oleh H. J. Velsink dan Hendrik Van Vredenberg, yang kemudian dikelola oleh perusahaan Belanda yaitu NV. Kultuur Mij Karanganjar. Selama puluhan tahun perusahaan asing tersebut mengelola perkebunan ini hingga kedatangan Jepang pada 1942 yang memaksa kegiatan di perkebunan ini berhenti untuk sementara.<span style=\"text-align: var(--text-align); letter-spacing: 0.04em; word-spacing: 0.06em;\"><div class=\"yrm-content yrm-content-1 yrm-content-hide\" id=\"yrm-udYf3\" data-id=\"1\" data-show-status=\"false\" data-after-action=\"\" style=\"visibility: hidden;height: 0;\">\n\t\t\t<div id=\"yrm-inner-content-yrm-udYf3\" class=\"yrm-inner-content-wrapper yrm-cntent-1\"><p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ketika Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 1945, pelan-pelan perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"1390\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> ini beroperasi lagi tetapi dengan beberapa perusahaan yang berbeda. Salah satunya adalah perusahaan asal Belanda yaitu NV. Kooy & Voorhout yang hanya bertahan beberapa tahun saja, lalu mereka menyerahkan perkebunan ini kepada kelompok pekerja lokal, di mana salah satu tokohnya adalah Denny Roeshadi yang telah bekerja cukup lama di perkebunan ini.<\/span><\/p><p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">In 1957 President Sukarno nationalized state assets controlled by foreign companies. That was an\nopportunity for Denny Roeshadi to apply for a permit to establish a company to be granted a\nconcession. So then the State gave a concession to PT. Harta which was founded by Denny Roeshadi\nin 1960, which later in 1963 changed its name to PT. Harta Mulia. One of the factors that\nstrengthened the granting of this permit was Denny Roeshadi who also took up arms during the War\nof Independence, where war veterans tended to be made easier to take over state assets from\nforeign companies.<\/span><\/p><p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">So since then the De Karanganjar Plantation has been managed by the Roeshadi Family for three\ngenerations. Some of the CEOs later became better known as politicians. One of them is Herry\nNoegroho \u2013 the first son of Denny Roeshadi who served as Regent of Blitar 2003 \u2013 2016 and Endro\nHermono \u2013 the second son, who was Deputy Mayor of Blitar 2005 \u2013 2010 and is now a member of\nthe State Parliament from Gerindra faction.<\/span><\/p><p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat ini Perkebunan De Karanganjar dipimpin oleh cucu pertama Denny Roeshadi yaitu Wima Brahmantya. Beberapa inovasi penting yang dicapai oleh Wima adalah membuka perkebunan ini sebagai destinasi wisata dengan brand \u201cDe Karanganjar\u201d, dan juga meluncurkan produk  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"1390\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> kemasan dengan brand \u201cDe Karanganjar Koffie\u201d. <\/span><\/p><\/div>\n\t\t<\/div><div class=\"yrm-btn-wrapper yrm-inline-wrapper yrm-btn-wrapper-1  yrm-more-button-wrapper\"><span title=\"\" data-less-title=\"\" data-more-title=\"\" class=\"yrm-toggle-expand  yrm-toggle-expand-1\" data-rel=\"yrm-udYf3\" data-more=\"Read more\" data-less=\"Read less\" style=\"border: none; width: 100%;\"><span class=\"yrm-button-text-1 yrm-button-text-span\">Read more<\/span><\/span><\/div><\/span><\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pada Era Kolonial Belanda, Blitar yang terletak di lereng Gunung Kelud dijadikan sebagai salah satu pusat budidaya kopi di Jawa Timur, sehingga ribuan hektar perkebunan kopi dibuka di sini. Tidak terkecuali perkebunan De Karanganjar yang dirikan pada tahun 1874 oleh H. J. Velsink dan Hendrik Van Vredenberg, yang kemudian dikelola oleh perusahaan Belanda yaitu NV. Kultuur Mij Karanganjar. Selama puluhan tahun perusahaan asing tersebut mengelola perkebunan ini hingga kedatangan Jepang pada 1942 yang memaksa kegiatan di perkebunan ini berhenti untuk sementara. Ketika Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 1945, pelan-pelan perkebunan kopi ini beroperasi lagi tetapi dengan beberapa perusahaan yang berbeda. Salah satunya adalah perusahaan asal Belanda yaitu NV. Kooy &amp; Voorhout yang hanya bertahan beberapa tahun saja, lalu mereka menyerahkan perkebunan ini kepada kelompok pekerja lokal, di mana salah satu tokohnya adalah Denny Roeshadi yang telah bekerja cukup lama di perkebunan ini. Pada tahun 1957 Presiden Sukarno menasionalisasi aset-aset negara yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Ini menjadi kesempatan emas bagi Denny Roeshadi untuk mengajukan izin mendirikan perusahaan untuk diberikan HGU (Hak Guna Usaha). Maka kemudian Negara memberikan izin HGU kepada PT. Harta yang didirikan oleh Denny Roeshadi pada 1960, yang kemudian pada 1963 diubah namanya menjadi PT. Harta Mulia. Salah satu faktor yang memperkuat pemberian izin ini adalah Denny Roeshadi yang juga ikut angkat senjata pada Perang Kemerdekaan, di mana para veteran perang cenderung dimudahkan untuk mengambil alih aset negara dari perusahaan-perusahaan asing. Maka sejak saat itu Perkebunan De Karanganjar dikelola oleh Keluarga Roeshadi hingga tiga generasi. Beberapa dirutnya kemudian lebih dikenal sebagai politisi. Salah satunya adalah Herry Noegroho \u2013 putra pertama Denny Roeshadi yang menjabat sebagai Bupati Blitar 2003 \u2013 2016 dan Endro Hermono \u2013 putra kedua, yang sempat menjadi Wakil Walikota Blitar 2005 \u2013 2010 dan kini menjadi anggota DPR-RI Fraksi Gerindra. Saat ini Perkebunan De Karanganjar dipimpin oleh cucu pertama Denny Roeshadi yaitu Wima Brahmantya. Beberapa inovasi penting yang dicapai oleh Wima adalah membuka perkebunan ini sebagai destinasi wisata dengan brand \u201cDe Karanganjar\u201d, dan juga meluncurkan produk kopi kemasan dengan brand \u201cDe Karanganjar Koffie\u201d. Read more","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-1390","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1390"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4418,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1390\/revisions\/4418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}