{"id":2589,"date":"2023-02-28T15:27:12","date_gmt":"2023-02-28T08:27:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=2589"},"modified":"2023-07-12T12:33:50","modified_gmt":"2023-07-12T05:33:50","slug":"apa-pengaruh-terbesar-inggris-buat-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/apa-pengaruh-terbesar-inggris-buat-indonesia\/","title":{"rendered":"Apa Pengaruh Terbesar Inggris Buat Indonesia ?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditulis pada 27 Juli 2018<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">By: Wima Brahmantya<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obrolan menarik lagi bersama Naomi & Hannah, para gadis Inggris yang lagi \u2018magang\u2019 di Keboen  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"2589\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a> Karanganjar.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya tanya mereka, \u201cWarisan Inggris apa yang paling berpengaruh di Indonesia?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka menjawab, \u201cBahasa Inggris?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya jawab, \u201cEnggak lah. Mayoritas orang Indonesia ga bisa berbahasa Inggris dengan baik. Kamu tahu apa jawabannya? Berkendara di lajur kiri.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Awalnya orang-orang di Indonesia menggunakan lajur kanan ketika berlalu-lintas, karena mengikuti pakem Belanda. Tapi ketika Sir Stamford Raffles dari Inggris memegang kekuasaan di Jawa selama beberapa tahun, dia memberlakukan sistem berkendara di lajur kiri, yang terus berlaku hingga saat ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu saya tanya lagi ke mereka, \u201cSebagai pemenang Perang Dunia II, kalian tahu ga di mana pertama kali Tentara Inggris mengalami kekalahan?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka semua geleng-geleng kepala. Seolah mereka menyiratkan pertanyaan, \u201cApakah kami pernah kalah perang?\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSurabaya\u201d, jawab saya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya ceritakan kepada mereka, bahwa Inggris memerintahkan kepada warga Surabaya untuk menyerahkan persenjataan, dan kalau tidak mereka akan menghabisi Surabaya dalam 3 hari. Tapi nyatanya pertempuran berlangsung hampir sebulan, dan akhirnya pihak Inggris minta gencatan senjata, setelah kehilangan banyak tentaranya, termasuk dua jenderalnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHarus diakui dalam sejarahnya memang Inggris sewenang-wenang terhadap bangsa lain\u201d, kata Naomi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDan selama ini dalam mata pelajaran sejarah di sekolah kita cuma diceritakan cerita menang-menangnya Inggris saja,\u201d kata Hannah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan mereka mulai menyeruput secangkir  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"2589\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> yang disediakan di tengah-tengah pepohonan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"2589\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis pada 27 Juli 2018 Oleh : Wima Brahmantya Obrolan menarik lagi bersama Naomi &#038; Hannah, para gadis Inggris yang lagi \u2018magang\u2019 di Keboen Kopi Karanganjar. Saya tanya mereka, \u201cWarisan Inggris apa yang paling berpengaruh di Indonesia?\u201d Mereka menjawab, \u201cBahasa Inggris?\u201d Saya jawab, \u201cEnggak lah. Mayoritas orang Indonesia ga bisa berbahasa Inggris dengan baik. Kamu tahu apa jawabannya? Berkendara di lajur kiri.\u201d Ya. Awalnya orang-orang di Indonesia menggunakan lajur kanan ketika berlalu-lintas, karena mengikuti pakem Belanda. Tapi ketika Sir Stamford Raffles dari Inggris memegang kekuasaan di Jawa selama beberapa tahun, dia memberlakukan sistem berkendara di lajur kiri, yang terus berlaku hingga saat ini. Lalu saya tanya lagi ke mereka, \u201cSebagai pemenang Perang Dunia II, kalian tahu ga di mana pertama kali Tentara Inggris mengalami kekalahan?\u201d Mereka semua geleng-geleng kepala. Seolah mereka menyiratkan pertanyaan, \u201cApakah kami pernah kalah perang?\u201d \u201cSurabaya\u201d, jawab saya. Saya ceritakan kepada mereka, bahwa Inggris memerintahkan kepada warga Surabaya untuk menyerahkan persenjataan, dan kalau tidak mereka akan menghabisi Surabaya dalam 3 hari. Tapi nyatanya pertempuran berlangsung hampir sebulan, dan akhirnya pihak Inggris minta gencatan senjata, setelah kehilangan banyak tentaranya, termasuk dua jenderalnya. \u201cHarus diakui dalam sejarahnya memang Inggris sewenang-wenang terhadap bangsa lain\u201d, kata Naomi. \u201cDan selama ini dalam mata pelajaran sejarah di sekolah kita cuma diceritakan cerita menang-menangnya Inggris saja,\u201d kata Hannah. Dan mereka mulai menyeruput secangkir kopi yang disediakan di tengah-tengah pepohonan kopi.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":2590,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2589"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2589\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}