{"id":3041,"date":"2023-07-06T13:22:49","date_gmt":"2023-07-06T06:22:49","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=3041"},"modified":"2023-07-17T14:08:34","modified_gmt":"2023-07-17T07:08:34","slug":"kopi-buku-max-havelaar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/kopi-buku-max-havelaar\/","title":{"rendered":"Coffee &amp; Max Havelaar Book"},"content":{"rendered":"<p>Ditulis pada 7 Agustus 2018<\/p>\n<p>By: Wima Brahmantya<\/p>\n<p>Buku legendaris karya Multatuli (ED. Dekker) inilah yang membuka mata dunia bahwa ada penindasan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Hindia Belanda, baik oleh Kolonial Belanda maupun para bupati. Buku ini nantinya mendorong kaum terpelajar di Belanda untuk memberlakukan Politik Etis, dan juga menginspirasi para pejuang nasional untuk memerdekakan Indonesia dari Pemerintah Kolonial Belanda.<\/p>\n<p>MAX HAVELAAR.<\/p>\n<p>Novel ini juga menarik bagi saya karena si tokoh utama kebetulan juga awalnya seorang makelar  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3041\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>, sebelum nantinya ia ditugaskan sebagai Asisten-Resident di Lebak, Banten.<\/p>\n<p>(Baru nyadar juga, kata \u201cmakelar\u201d itu juga serapan dari bahasa Belanda \u201cmakelaar\u201d).<\/p>\n<p>Well .. novel ini emang agak berat buat dibaca, terutama karena gaya bahasa sastra tempo doeloe memang tidak mudah untuk dipahami. Tapi kabar gembiranya, terutama buat kalian yang ga hobi baca, bisa tonton film Max Havelaar keluaran 1976 di link ini yang kebetulan baru saya tonton semalam :<\/p>\n<p>https:\/\/youtu.be\/teDbp-QsjGI<\/p>\n<p>(Ngomong-ngomong, ternyata sampai 1987 film tsb dilarang diputer di Indonesia loh).<\/p>\n<p>Kalau menurut saya, kaum terpelajar Indonesia memang harus tahu soal buku ini. Selain untuk lebih memahami sejarah bangsa Indonesia, juga untuk memahami pesan penting bagi siapa saja yang kelak menjadi pejabat dan punya kekuasaan :<\/p>\n<p>\u201cJangan pernah menindas bangsamu sendiri\u201d.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis pada 7 Agustus 2018 Oleh : Wima Brahmantya Buku legendaris karya Multatuli (ED. Dekker) inilah yang membuka mata dunia bahwa ada penindasan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Hindia Belanda, baik oleh Kolonial Belanda maupun para bupati. Buku ini nantinya mendorong kaum terpelajar di Belanda untuk memberlakukan Politik Etis, dan juga menginspirasi para pejuang nasional untuk memerdekakan Indonesia dari Pemerintah Kolonial Belanda. MAX HAVELAAR. Novel ini juga menarik bagi saya karena si tokoh utama kebetulan juga awalnya seorang makelar kopi, sebelum nantinya ia ditugaskan sebagai Asisten-Resident di Lebak, Banten. (Baru nyadar juga, kata \u201cmakelar\u201d itu juga serapan dari bahasa Belanda \u201cmakelaar\u201d). Well .. novel ini emang agak berat buat dibaca, terutama karena gaya bahasa sastra tempo doeloe memang tidak mudah untuk dipahami. Tapi kabar gembiranya, terutama buat kalian yang ga hobi baca, bisa tonton film Max Havelaar keluaran 1976 di link ini yang kebetulan baru saya tonton semalam : https:\/\/youtu.be\/teDbp-QsjGI (Ngomong-ngomong, ternyata sampai 1987 film tsb dilarang diputer di Indonesia loh). Kalau menurut saya, kaum terpelajar Indonesia memang harus tahu soal buku ini. Selain untuk lebih memahami sejarah bangsa Indonesia, juga untuk memahami pesan penting bagi siapa saja yang kelak menjadi pejabat dan punya kekuasaan : \u201cJangan pernah menindas bangsamu sendiri\u201d.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3042,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}