{"id":3390,"date":"2023-09-04T21:22:37","date_gmt":"2023-09-04T14:22:37","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=3390"},"modified":"2023-09-04T21:22:37","modified_gmt":"2023-09-04T14:22:37","slug":"pertemuan-tak-terduga-dengan-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/unexpected-meetings-with-teachers\/","title":{"rendered":"Unexpected Encounter with a \"Teacher\""},"content":{"rendered":"<p>Written on 07 July 2023<\/p>\n<p>By: Wima Brahmantya<\/p>\n<p>One of the facilities owned by De Karanganjar is a hall for meetings or gatherings. A few days ago the Tan family held a family reunion, I know some of the members because they are Blitar people, but there were also those who came from out of town and even abroad.<br \/>\nThen one of my family members chatted with me and introduced me to a gentleman who lived in Bandung. He was introduced to me specifically because he was also an artist, a comic artist to be precise.<br \/>\nHearing his medog Javanese language, I knew he wasn't originally from Bandung.<br \/>\n\"Yes, I'm originally from Malang, Merbabu Street (or Galunggung, I forget)\".<br \/>\n\"Lho, tonggoan with me sir, I'm in Ijen\".<br \/>\nIt turns out that we were both born and raised in Malang.<br \/>\n\"Do you know Aji Prasetyo sir?\", I mentioned the name of my friend, a comic artist and cultural figure from Malang.<br \/>\n\"Yo, I know him very well. He also learnt comics from my book: 14 Ways to Make Comics..\"<br \/>\nHuh?!<br \/>\n\"Sik sik sik... this gentleman is Toni Masdiono, right?\"<br \/>\n\"Yes.\"<br \/>\n\"Masha Allah.. a minute sir!\", I immediately ran to the house.<br \/>\nI came back with the book \"14 Tips for Making Comics\" that I've had since (if I'm not mistaken) 1999. Yes, this is one of the most valuable books for me, because I learnt a lot of comic techniques here.<br \/>\n\"Sir, I have several mini-library spots here. The one in the Cafe has good books, but I'll let it go if someone steals them. The ones in Roemah Lodji Museum are expensive and quality books. So you can't lose them. The ones in my boudoir are books that I have an emotional connection with. For example, Asterix comics, Tiger Wong, and of course the book 14 Tips for Making Comics. I even took this book from the toilet (you know what's the meaning).\"<br \/>\nI don't know what was going through his mind as he just smiled and signed the front page of the book.<br \/>\n\"Panjenengan is indirectly my \"teacher\". Ngomik teacher. After years of reading his books, I can only meet him now, which is funny if you think about it.\"<br \/>\nAfter that we had a long chat at OG Cafe about comics and films, especially those made in Indonesia. He didn't really follow the reunion.<br \/>\nI also 'vented' that my dream of becoming a comic artist had failed to materialise. One of the reasons was the 'comic style'. In the 2000s, the most popular style of comic was the Japanese manga style. I studied manga techniques hard, until one day I thought \"why can't I develop my own style of ngomik, at least an Indonesian style of ngomik\". I finally put down my pen, and turned my focus to becoming a musician.<br \/>\nBut I also failed in my music career. But there is wisdom in that. If I had succeeded in music and stayed as an artiste in Jakarta, I would not have managed this De Karanganjar Coffee Plantation.<br \/>\nBtw, I would also like to say a special thank you to Eko Mardiono who recommended this book when we were in high school \ud83d\ude04.<br \/>\n#dekaranganjar #dekaranganjarkoffie<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis pada 07 Juli 2023 Oleh : Wima Brahmantya Salah satu fasilitas yang dimiliki De Karanganjar adalah hall untuk meeting atau gathering. Beberapa hari lalu trah Keluarga Tan mengadakan reuni keluarga, saya kenal dengan sebagian anggotanya karena orang Blitar, tapi yang datang juga ada dari luar kota bahkan luar negeri. Lalu salah satu anggota keluarga ngobrol dengan saya dan memperkenalkan saya dengan seorang bapak-bapak yang tinggalnya di Bandung. Bapak tsb diperkenalkan secara khusus ke saya karena beliau juga seniman, tepatnya komikus. Mendengar bahasanya yang medog Jawa Timuran saya tahu kalau beliau bukan asli Bandung. &#8220;Iya saya orang Malang aslinya, jalan Merbabu (atau Galunggung ya, lupa)&#8221;. &#8220;Lho, tonggoan sama saya pak, saya di Ijen&#8221;. Ternyata kita sama-sama lahir dan besar di Malang. &#8220;Kenal sama Aji Prasetyo pak?&#8221;, saya menyebutkan nama teman saya seorang komikus dan budayawan asal Malang. &#8220;Yo kenal banget lah. Dulu dia juga belajar ngomik dari buku saya : 14 Jurus Membuat Komik ..&#8221; Hah?! &#8220;Sik sik .. bapak ini Toni Masdiono bukan??&#8221; &#8220;Iya.&#8221; &#8220;Masha Allah .. sebentar pak!&#8221;, saya pun segera berlari ke rumah. Saya balik dan membawa buku &#8220;14 Jurus Membuat Komik&#8221; yang sudah saya miliki sejak (kalo ga salah) 1999. Ya, ini salah satu buku paling berharga bagi saya, karena banyak teknik ngomik yang saya pelajari di sini. &#8220;Pak, saya punya beberapa titik mini-library di sini. Yang di Cafe itu buku-buku bagus, tapi yah kalo ibarat ada orang nyolong saya relain deh. Kalo yang di Museum Roemah Lodji itu buku-buku mahal dan berkualitas. Jadi ga boleh sampe ilang. Nah, kalo yang di kamar kerja itu buku-buku yang punya ikatan emosional dengan saya. Misalkan komik Asterix, Tiger Wong, dan tentu saja buku 14 Jurus Membuat Komik. Bahkan buku ini tadi posisinya saya ambil dari WC (you know what&#8217;s the meaning).&#8221; Entah apa yang ada di pikiran beliau yang hanya tersenyum kemudian membubuhkan tanda tangan di halaman depan buku tsb. &#8220;Panjenengan itu secara tidak langsung ya &#8220;guru&#8221; saya. Guru Ngomik. Setelah bertahun-tahun baca bukunya, baru bisa ketemu sekarang, lucu juga kalo dipikir-pikir.&#8221; Setelah itu kita ngobrol panjang di OG Cafe tentang komik dan film, terutama yang buatan Indonesia. Beliau malah ga terlalu ngikutin acara reuninya. Saya pun &#8216;curhat&#8217;, bahwa cita-cita jadi komikus gagal terealisasi. Salah satu alasannya adalah soal &#8216;gaya ngomik&#8217;. Di tahun 2000an gaya ngomik paling diminati ya gaya manga Jepang. Saya pun belajar keras teknik manga, sampai pada suatu hari saya berpikir &#8220;kenapa saya tidak bisa mengembangkan gaya ngomik saya sendiri, at least gaya ngomik ala Indonesia&#8221;. Dan akhirnya saya meletakkan pena, dan banting setir fokus jadi musisi. Tapi ya gagal juga berkarir di musik. Cuma ya ada hikmahnya. Seandainya berhasil di musik dan tinggal sebagai artis di Jakarta, saya ga akan mengelola Perkebunan Kopi De Karanganjar ini. Btw, secara khusus saya juga ingin ucapkan terima kasih buat om Eko Mardiono yang sudah merekomendasikan buku ini ketika kita masih sekelas di SMA \ud83d\ude04 #dekaranganjar #dekaranganjarkoffie<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3391,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3390"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3390\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}