{"id":3580,"date":"2023-10-13T23:31:40","date_gmt":"2023-10-13T16:31:40","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=3580"},"modified":"2023-10-16T10:45:29","modified_gmt":"2023-10-16T03:45:29","slug":"pele-atau-maradona-yang-paling-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/pele-or-maradona-the-best\/","title":{"rendered":"Pele or Maradona is the best?"},"content":{"rendered":"<p>Written on 30 November 2020<\/p>\n<p>By: Wima Brahmantya<\/p>\n<p>The world is always comparing who is the best: Pele or Maradona.<\/p>\n<p>If you take it at face value, it's obvious. Who can match Pele with three World Cup trophies, and so 'sweet' throughout his life, that FIFA made him an ambassador.<\/p>\n<p>But for me Maradona has a special place in my heart. He was the first footballer I ever heard of, and he was one of the first reasons I loved football.<\/p>\n<p>If Pele's image is always positive, Maradona on the other hand is familiar with controversy and illegal drugs. Definitely not very good as a role model for the younger generation.<\/p>\n<p>But behind it all, I admire the courage of a Maradona to walk the anti-mainstream path. He dared to criticise every FIFA policy that he thought was unfair. His courage also extends to the world of politics where he also voices the \"hypocrisy of the world\" that is powerless before America and Israel. That is why Maradona became familiar with revolutionary figures such as Castro, Morales, and Chavez.<\/p>\n<p>Talking about skills, I don't think Pele and Maradona can be compared because they play in different positions with different styles of play.<\/p>\n<p>Just remember that Pele won the World Cup alongside the likes of Garrincha, Vava, Didi, Rivelino and Jairzinho.<\/p>\n<p>Maradona? Who knows names like Burruchaga, Valdano, Brown? Obviously Maradona was the \"bright star\" in 1986.<\/p>\n<p>I also salute how big Maradona's heart is every time he supports with totality when the Tango team competes. Compare to Pele, who several times insinuated against his next generation, as if he was not willing if there were Brazilian footballers who would be greater than him.<\/p>\n<p>That's why when I heard Maradona was coming to Surabaya, I didn't miss the chance to meet him. Even though it was only for 10 minutes, it was like a dream to see \"Old Bogel\" dribble the ball in front of my own eyes.<\/p>\n<p>And this T-shirt is a memento of my encounter with \"The Hand of God\".<\/p>\n<p>Adios Diego, mi inspiracion!<\/p>\n<p>#maradona<br \/>\n#de_karanganjar_koffieplantage<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis pada 30 November 2020 Oleh : Wima Brahmantya Dunia selalu membandingkan siapa yang terbaik : Pele atau Maradona. Jika diukur secara &#8216;lempeng-lempengan&#8217; aja ya jelas. Siapa yang bisa menandingi Pele dengan tiga trofi Piala Dunia, dan begitu &#8216;manis&#8217; sepanjang hayatnya, sehingga FIFA mengangkatnya menjadi seorang duta. Tapi bagi saya Maradona punya tempat khusus di hati. Dia adalah pemain bola pertama yang terdengar di telinga saya, dan dia adalah salah satu alasan pertama saya mencintai sepakbola. Kalau Pele dicitrakan selalu positif, Maradona sebaliknya dia akrab dengan kontroversi dan obat-obatan terlarang. Jelas tidak terlalu baik sebagai panutan generasi muda. Tapi di balik itu semua, saya mengagumi keberanian seorang Maradona untuk berjalan di jalur anti-mainstream. Dia berani mengkritik setiap kebijakan FIFA yang menurutnya tidak fair. Keberaniannya pun merambah ke dunia politik dimana ia juga bersuara atas &#8220;kemunafikan dunia&#8221; yang tidak berdaya di hadapan Amerika dan Israel. Itulah kenapa Maradona menjadi akrab dengan tokoh-tokoh revolusioner seperti Castro, Morales, dan Chavez. Bicara soal skill, saya kira Pele dan Maradona tidak terlalu bisa dibandingkan karena mereka bermain di posisi yang berbeda dengan style permainan berbeda. Hanya saja perlu diingat bahwa Pele memenangkan Piala Dunia bersama jagoan-jagoan lain macam Garrincha, Vava, Didi, Rivelino, dan Jairzinho. Maradona? Siapa yang kenal nama-nama macam Burruchaga, Valdano, Brown? Jelas sekali Maradona adalah &#8220;bintang terang&#8221; di 1986. Pun saya salut dengan bagaimana kebesaran hati Maradona setiap kali mendukung dengan totalitas ketika tim Tango berlaga. Bandingkan dengan Pele yang beberapa kali nyinyir terhadap generasi penerusnya, seolah dia tidak rela kalau ada pemain bola Brazil yang bakalan lebih hebat dari dia. Itulah kenapa ketika mendengar Maradona hadir di Surabaya, saya tidak melewatkan kesempatan berjumpa. Walau hanya 10 menit saja, rasanya seperti mimpi bisa melihat &#8220;Si Bogel Tua&#8221; menggocek bola di depan mata kepala sendiri. Dan kaos ini adalah kenang-kenangan pertemuan saya dengan &#8220;Si Tangan Tuhan&#8221;. Adios Diego, mi inspiracion! #maradona #de_karanganjar_koffieplantage<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3581,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3580\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}