{"id":3693,"date":"2023-10-24T22:44:44","date_gmt":"2023-10-24T15:44:44","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=3693"},"modified":"2023-10-24T22:44:44","modified_gmt":"2023-10-24T15:44:44","slug":"festival-panji-negara-asean","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/banner-country-asean-festival\/","title":{"rendered":"Panji Festival of ASEAN Countries"},"content":{"rendered":"<p>Written on 17 October 2023<\/p>\n<p>By: Wima Brahmantya<\/p>\n<p>Today saw the arrival of 200 participants + officials of the 2023 Panji Nusantara Festival which invites Panji activists, researchers, and artists from 9 ASEAN countries: Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Philippines, Myanmar, Cambodia, Vietnam, and Laos. This festival is an agenda of the Ministry of Education and Culture and the East Java Provincial Government.<\/p>\n<p>Initially, they came to De Karanganjar just for lunch, considering its location close to Palah (Penataran) Temple. That's why the time was tight, only 1 hour was scheduled here.<\/p>\n<p>But they didn't expect it because De Karanganjar is one of the few places in Indonesia where Panji culture is preserved. One of them is the \"Panji Room\" in the Noegroho Museum. I told them that Blitar had already held a student-level Panji Festival in 2013-2015, when I was still at the Arts Council.<\/p>\n<p>They were also very entertained by the Panji dance performed by a collaboration of Talun High School students and other artists, under the direction of Ki Kholam Shiharta.<\/p>\n<p>In the end, they were here for almost 2 hours, just to cool down. Thank you to @omahjenangblitarofficial and<br \/>\n@wisataagrosirahkencong who has participated in the success of this visit.<\/p>\n<p>\"Panji\" itself is a folklore that dates back to the Kediri era, then became popular in the Majapahit era and spread to neighbouring countries. So our ASEAN neighbours have their own version of \"Panji\", popularly referred to as \"Inao\".<\/p>\n<p>And Blitar is one of the areas that has a wealth of Panji cultural heritage, although unfortunately, most of our society is not familiar with it.<\/p>\n<p>#dekaranganjar<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis pada 17 Oktober 2023 Oleh : Wima Brahmantya Hari ini kedatangan 200an peserta + official Festival Panji Nusantara 2023 yang mengundang pegiat, peneliti, dan seniman Panji dari 9 negara ASEAN : Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Laos. Festival ini adalah agenda Kemendikbudristek dan Pemprov Jatim. Awalnya kedatangan mereka ke De Karanganjar hanya sekedar untuk makan siang, dengan pertimbangan lokasinya dekat dengan Candi Palah (Penataran). Makanya waktunya cuma mepet, 1 jam saja dijadwalkan di sini. Tapi mereka tidak menyangka karena De Karanganjar ternyata satu di antara sedikit tempat pelestarian budaya Panji yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan adanya &#8220;Kamar Panji&#8221; yang ada Museum Noegroho. Saya sampaikan kepada mereka bahwa Blitar sudah lebih dulu menggelar Festival Panji tingkat pelajar di tahun 2013-2015, ketika saya masih di Dewan Kesenian. Mereka juga sangat terhibur dengan tarian Panji yang ditampilkan oleh kolaborasi para pelajar SMA Talun dan seniman lainnya, asuhan Ki Kholam Shiharta Pada akhirnya mereka di sini molor hampir 2 jam, sekalian ngadem. Terima kasih buat @omahjenangblitarofficial dan @wisataagrosirahkencong yang sudah ikut serta menyukseskan kunjungan ini. &#8220;Panji&#8221; sendiri adalah cerita rakyat yang sudah ada sejak zaman Kediri, lalu populer di zaman Majapahit dan menyebar ke negeri-negeri tetangga. Sehingga tetangga kita di ASEAN memiliki versi &#8220;Panjinya&#8221; sendiri-sendiri, yang populer disebut sebagai &#8220;Inao&#8221;. Dan Blitar adalah salah satu daerah yang punya kekayaan peninggalan budaya Panji, walau sayangnya, kebanyakan masyarakat kita belum kenal. #dekaranganjar<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3694,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3693"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3695,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3693\/revisions\/3695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}