{"id":3705,"date":"2023-10-26T21:42:17","date_gmt":"2023-10-26T14:42:17","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=3705"},"modified":"2023-10-26T21:42:17","modified_gmt":"2023-10-26T14:42:17","slug":"de-karanganjar-mbatik-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/de-karanganjar-mbatik-2023\/","title":{"rendered":"De Karanganjar Mbatik 2023"},"content":{"rendered":"<p>Batik, with its incomparable skill and aesthetics, is one of the cultural treasures that must be preserved. On 21 October 2023, De Karanganjar Mbatik was held as a grand celebration combining seminars and batik colouring competitions.<\/p>\n<p>Acara ini bertujuan untuk mengenali jati diri serta mengapresiasi keindahan dari batik tutur khas Blitar. Tempat terselenggaranya acara ini adalah De Karanganjar Koffieplantage, sebuah lokasi yang tak hanya kental dengan aroma  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3705\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>, tetapi juga mendalam dalam warisan budaya.<\/p>\n<p>De Karanganjar Mbatik began with a colouring activity which was attended by more than 300 elementary school students throughout Greater Blitar. The competition space was divided into three zones covering the Green House area (zone 1), Mushola area (zone 2), and Vredestuin area (zone 3). Each participant brought their own tools and equipment, given time until 13.00 WIB to be as creative as possible.<\/p>\n<p>The children looked so focused and happy, trying to combine colours to create their best work. The batik colouring competition was not just a competition, but also a means of introducing the cultural heritage that they should proudly protect.<\/p>\n<p>Meanwhile, at Balai Pitutur, three speakers played an important role in introducing the variety of Blitar batik to the participants. Beginning with remarks from the CEO of De Karanganjar Koffieplantage, Wima Brahmantya, who also acted as moderator, he expressed his hope that this batik day commemoration-themed event could be held on a larger scale in batik week in the coming years.<\/p>\n<p>Kemudian seminar dilanjutkan oleh Bapak Miftah yang membuka sesi materi tentang \u201cBatik Cakra Palah\u201d dengan motif yang sebagian besar terinspirasi dari Candi Palah atau Candi Penataran. Sesi selanjutnya, Ibu Nining menyusul dengan materi \u201cBatik  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3705\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a>\u201d yang terinspirasi dari keberadaan Perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3705\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a> De Karanganjar. Hingga sesi ketiga yang tak kalah menarik, Bapak Miki memaparkan tentang \u201cBatik Tutur\u201d, membawa para peserta lebih dekat dengan cerita dan filosofi yang tersemat di dalam setiap kain batik.<\/p>\n<p>Seminar participants consisted of various groups, including batik activists throughout Greater Blitar, invitations from various tourist destinations in Blitar, sons and daughters of Blitar batik, and representatives from the Blitar District Education Office. The discussions and Q&amp;A were highly interactive, indicating a deep appreciation for Blitar's diverse existence.<\/p>\n<p>After the seminar and colouring competition, the event continued with lunch. Participants and visitors were able to enjoy a delicious meal while chatting, sharing their impressions of this unique experience.<\/p>\n<p>The event culminated with great enthusiasm as the three batik presenters who had provided in-depth insights in the seminar also took on the role of judges for the colouring contest entries. Meticulously, they assessed each work, appreciating the detail and creativity displayed by the participants.<\/p>\n<p>Shortly after, the winners of the batik colouring competition were announced. Six winners were proudly announced, ranging from first place to third runner-up. Cheers of happiness filled the air, reflecting the pride of the children and parents for the work that had been produced.<\/p>\n<p>De Karanganjar Mbatik is not just about commemorating batik, but also about opening the door for Blitar's younger generation to love and preserve its rich culture. It is the beginning of a long journey in ensuring that the beauty of Blitar batik will continue to shine in Indonesia's cultural history.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>By: Dwi Rahayu<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batik, dengan keterampilan dan estetika tiada tara, merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Pada tanggal 21 Oktober 2023, De Karanganjar Mbatik diadakan sebagai sebuah perayaan besar yang menggabungkan seminar dan lomba mewarnai batik. Acara ini bertujuan untuk mengenali jati diri serta mengapresiasi keindahan dari batik tutur khas Blitar. Tempat terselenggaranya acara ini adalah De Karanganjar Koffieplantage, sebuah lokasi yang tak hanya kental dengan aroma kopi, tetapi juga mendalam dalam warisan budaya. De Karanganjar Mbatik diawali dengan kegiatan mewarnai yang diikuti oleh lebih dari 300 siswa-siswi SD se-Blitar Raya. Ruang perlombaan terbagi menjadi tiga zona yang mencakup area Green House (zona 1), area Mushola (zona 2), dan area Vredestuin (zona 3). Setiap peserta membawa alat dan perlengkapan mereka sendiri, diberi waktu hingga pukul 13.00 WIB untuk berkreasi sebaik mungkin. Anak-anak terlihat begitu fokus dan gembira, mencoba memadukan warna-warna untuk menciptakan karya terbaik mereka. Lomba mewarnai batik tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya yang harus mereka jaga dengan bangga. Sementara itu, di Balai Pitutur, tiga narasumber memegang peran penting dalam memperkenalkan ragam batik Blitar kepada para peserta. Diawali dengan sambutan dari CEO De Karanganjar Koffieplantage, Wima Brahmantya, yang juga bertindak sebagai moderator, ia menyampaikan harapannya bahwa event bertema peringatan hari batik ini dapat digelar dalam skala yang lebih besar lagi dalam pekan batik di tahun-tahun mendatang. Kemudian seminar dilanjutkan oleh Bapak Miftah yang membuka sesi materi tentang \u201cBatik Cakra Palah\u201d dengan motif yang sebagian besar terinspirasi dari Candi Palah atau Candi Penataran. Sesi selanjutnya, Ibu Nining menyusul dengan materi \u201cBatik Kopi\u201d yang terinspirasi dari keberadaan Perkebunan Kopi De Karanganjar. Hingga sesi ketiga yang tak kalah menarik, Bapak Miki memaparkan tentang \u201cBatik Tutur\u201d, membawa para peserta lebih dekat dengan cerita dan filosofi yang tersemat di dalam setiap kain batik. Peserta seminar terdiri dari beragam kalangan, termasuk para pegiat batik se-Blitar Raya, undangan dari berbagai destinasi wisata di Blitar, para putera-puteri batik Blitar, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat interaktif sehingga mengindikasikan adanya apresiasi mendalam terhadap keberadaan Blitar yang beragam. Setelah rangkaian seminar dan lomba mewarnai, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Para peserta dan pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil berbincang-bincang, berbagi kesan tentang pengalaman unik ini. Puncak acara diakhiri dengan antusiasme tinggi saat tiga pemateri batik yang telah memberikan wawasan mendalam dalam seminar juga memegang peran sebagai juri untuk karya-karya lomba mewarnai. Dengan penuh teliti, mereka menilai setiap karya, mengapresiasi detail dan kreativitas yang ditampilkan oleh para peserta. Tak lama setelahnya, pengumuman pemenang lomba mewarnai batik pun dilakukan. Enam juara dengan bangga diumumkan, mulai dari juara pertama hingga juara harapan ketiga. Sorak-sorai kebahagiaan memenuhi udara, mencerminkan kebanggaan anak-anak dan orang tua atas karya yang telah dihasilkan. De Karanganjar Mbatik bukan hanya tentang memperingati batik, tetapi juga tentang membuka pintu bagi generasi muda Blitar untuk mencintai dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang dalam memastikan bahwa keindahan batik Blitar akan terus bersinar dalam sejarah budaya Indonesia. \u00a0 Oleh : Dwi Rahayu \u00a0<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3707,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[199],"tags":[],"class_list":["post-3705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3709,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3705\/revisions\/3709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3707"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}