{"id":3730,"date":"2023-10-30T21:10:21","date_gmt":"2023-10-30T14:10:21","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=3730"},"modified":"2023-10-30T21:10:21","modified_gmt":"2023-10-30T14:10:21","slug":"mengenal-jati-diri-melalui-batik-blitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/get-to-know-yourself-through-batik-blitar\/","title":{"rendered":"Getting to Know Yourself Through Batik Blitar"},"content":{"rendered":"<p>Written on 23 October 2023<\/p>\n<p>By: Wima Brahmantya<\/p>\n<p>In addition to the Batik Blitar colouring activity for elementary school children, we also held a batik seminar.<\/p>\n<p>Narsum pertama yang diundang adalah mas Miftah, perancang Batik Cakra Palah yang saat ini diresmikan Pemkab Blitar sebagai \u201cbatik khas Blitar\u201d.<\/p>\n<p>Narsum kedua yang diundang adalah Mbak Nining Yus, sebagai pengrajin \u201cbatik  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3730\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>\u201d, dengan menggunakan pewarna dari kulit  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3730\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>. Kami pernah dihadiahi Batik  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3730\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a> yang indah itu, karena memang kami juga yang menyuplai kulit  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"3730\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> buat pembatik.<\/p>\n<p>Dan yang terakhir adalah mas Micky Mas Aji Singodrono Batik yang selalu konsisten melestarikan Batik Tutur yang dengan sudah payah \u201cdidatangkan\u201d DKKB pada tahun 2012 dari Museum Leiden \u2013 Belanda.<\/p>\n<p>The discussion was also attended by Batik Lwang Wentar and Batik Mujaer craftsmen, all from Blitar.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu saya sempat menyentil tentang istilah \u201cBatik Khas Blitar\u201d. Saya katakan bahwa di antara banyak batik yang ada di Blitar, belum ada yang layak disebut \u201cBatik Khas\u201d.<\/p>\n<p>Menurut saya, batik bisa dianggap \u201ckhas\u201d apabila memenuhi 4 kriteria :<\/p>\n<p>1. Have a unique motif, not found anywhere else.<\/p>\n<p>2. Have historical value.<\/p>\n<p>3. Used by the public on a wide scale.<\/p>\n<p>4. Used by the community for a long period of time.<\/p>\n<p>Batik Tutur only fulfils criteria 1-3, because after 2017, the district government seemed less willing to continue the batik as Blitar's identity.<\/p>\n<p>Batik Cakra Palah? Saat ini baru memenuhi kriteria ke 1 dan 3. \u201cUntuk memenuhi kriteria ke 2, kayaknya baru bisa tahun 2050 mas\u201d, kelakar saya kepada mas Miftah.<\/p>\n<p>But whatever it is, creativity cannot be limited nowadays. It is indeed difficult to establish only one motif in one region. Instead, we must encourage every batik craftsman to increase their creativity.<\/p>\n<p>So my message yesterday was, whatever batik we do, let us together raise the name of Blitar through these batiks.<\/p>\n<p>Inshallah next year De Karanganjar will hold Batik Blitar Fair 2024, which will be attended by all batik makers in Blitar, which hopes to be seen by national and international audiences.<\/p>\n<p>#batiktutur #batikblitar #dekaranganjar #dekambatik<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis pada 23 Oktober 2023 Oleh : Wima Brahmantya Selain kegiatan mewarna Batik Blitar untuk anak-anak SD, kami juga mengadakan seminar batik. Narsum pertama yang diundang adalah mas Miftah, perancang Batik Cakra Palah yang saat ini diresmikan Pemkab Blitar sebagai \u201cbatik khas Blitar\u201d. Narsum kedua yang diundang adalah Mbak Nining Yus, sebagai pengrajin \u201cbatik kopi\u201d, dengan menggunakan pewarna dari kulit kopi. Kami pernah dihadiahi Batik Kopi yang indah itu, karena memang kami juga yang menyuplai kulit kopi buat pembatik. Dan yang terakhir adalah mas Micky Mas Aji Singodrono Batik yang selalu konsisten melestarikan Batik Tutur yang dengan sudah payah \u201cdidatangkan\u201d DKKB pada tahun 2012 dari Museum Leiden \u2013 Belanda. Diskusi tsb juga dihadiri pengrajin Batik Lwang Wentar dan Batik Mujaer, semua dari Blitar. Pada kesempatan itu saya sempat menyentil tentang istilah \u201cBatik Khas Blitar\u201d. Saya katakan bahwa di antara banyak batik yang ada di Blitar, belum ada yang layak disebut \u201cBatik Khas\u201d. Menurut saya, batik bisa dianggap \u201ckhas\u201d apabila memenuhi 4 kriteria : 1. Punya motif yang unik, tidak ada di tempat lain. 2. Punya nilai sejarah. 3. Dipakai masyarakat dalam skala luas. 4. Dipakai masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Batik Tutur baru memenuhi kriteria 1-3 saja, karena kemudian setelah 2017, Pemkab seperti kurang berkenan untuk melanjutkan batik tersebut sebagai identitas Blitar. Batik Cakra Palah? Saat ini baru memenuhi kriteria ke 1 dan 3. \u201cUntuk memenuhi kriteria ke 2, kayaknya baru bisa tahun 2050 mas\u201d, kelakar saya kepada mas Miftah. Tapi apa pun itu memang zaman now kreativitas tidak bisa dibatasi. Memang sulit untuk menetapkan satu daerah satu motif saja. Justru kita harus mendorong agar setiap pengrajin batik meningkatkan kreativitasnya. Jadi pesan saya kemarin, apa pun batik yang kita kerjakan, mari kita sama-sama membesarkan nama Blitar melalui batik-batik tersebut. Inshallah tahun depan De Karanganjar akan mengadakan Batik Blitar Fair 2024, yang akan diikuti seluruh pembatik yang ada di Blitar, yang harapannya bisa dilirik khalayak nasional dan internasional. #batiktutur #batikblitar #dekaranganjar #dekambatik<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3731,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[275,268,276,274,277,261,278,260],"class_list":["post-3730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes","tag-batik","tag-blitar","tag-diri","tag-jati","tag-melalui","tag-meneer","tag-mengenal","tag-notes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3730"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3732,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3730\/revisions\/3732"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}