{"id":4608,"date":"2024-02-08T21:02:32","date_gmt":"2024-02-08T14:02:32","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=4608"},"modified":"2024-02-14T21:02:50","modified_gmt":"2024-02-14T14:02:50","slug":"3-monumen-bersejarah-yang-ikonik-dengan-peristiwa-sejarah-di-blitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/3-historical-monuments-iconic-with-historical-events-in-blitar\/","title":{"rendered":"3 Historical Monuments that are Iconic to Historical Events in Blitar"},"content":{"rendered":"<p>The Earth of the Proclamator, which is synonymous with the city of Blitar, is not just a nickname.<\/p>\n<p>Not because it is the birthplace of the Proclaimer of Indonesian Independence, Soekarno, but Blitar is the place where the heroic struggles of our nation's heroes are immortalised.<\/p>\n<p>It is here, among the quiet streets and historic buildings, that we can feel the spirit of the struggle still burning.<\/p>\n<p>A spirit that has been passed down from generation to generation through stories and monuments that stand tall.<\/p>\n<p>A monument can be defined as a building created to store and perpetuate the memory of events or figures that made history.<\/p>\n<p>As markers of time, monuments are not just static objects, but evidence of the courage, determination and spirit of struggle of heroes from one era to the next.<\/p>\n<p>Here are 3 historical monuments that are iconic to the historical events that took place in Blitar.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>PETA Monument<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>PETA monument, located on Jl. Sudanco Supriyadi, Bendogerit, Sananwetan sub-district, Blitar city.<\/p>\n<p>This monument was built to commemorate the struggle of the PETA Army in Blitar, specifically involving Shodanco Supriyadi and six other soldiers against the Japanese army.<\/p>\n<p>The monument was inaugurated on 14 February 2008, coinciding with the anniversary of the PETA rebellion in Blitar.<\/p>\n<p>The PETA monument also symbolises the courage and determination of the fighters in facing the invaders.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Monument<\/strong> <strong>Statue of the Son of the Dawn<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>The Putra Sang Fajar Statue Monument, located at the junction of Jalan Supriyadi Blitar, directly across from Herlingga Hotel.<\/p>\n<p>This statue monument is an offering to commemorate the services of the Indonesian Proclamator, Soekarno.<\/p>\n<p>The statue was created by an artist from Yogyakarta and unveiled by Bung Karno's daughter, Megawati Soekarno Puteri.<\/p>\n<p>One of the interesting facts about this statue is that it faces east, in keeping with Bung Karno's nickname as the Son of the Dawn.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Potlot Monument<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>The Potlot monument, located in Bendogerit, Sananwetan Subdistrict, stands proud as <em>centre of interest<\/em>\u00a0Raden Wijaya Heroes Cemetery (TMP), Blitar.<\/p>\n<p>This monument was built as a reminder of the history of the Red and White Flag that first flew in Blitar City.<\/p>\n<p>On 14 February 1945, an officer of the Japanese military formation PETA, Sudancho Parto Hardjono, dared to raise the Red and White Flag on the flagpole in front of the PETA Daidan Blitar headquarters.<\/p>\n<p>Later, this monument was inaugurated in 1946 by General Sudirman.<\/p>\n<p>Besides monuments, we can also experience and appreciate history by visiting museums such as <strong>Noegroho Museum at De Karanganjar Koffieplantage<\/strong>.<\/p>\n<p>This place is home to a variety of historical artefacts, ranging from ancestral heirlooms to typical Blitar batik that is full of historical significance.<\/p>\n<p>By doing so, we can better understand and appreciate our cultural heritage, and ensure that these stories live on for generations to come.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bumi proklamator yang identik dengan kota Blitar, ternyata bukan hanya sekedar julukan belaka. Bukan karena tempat kelahiran Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Soekarno, tetapi Blitar adalah tempat di mana perjuangan heroik para pahlawan bangsa kita terabadikan. Di sinilah, di antara jalan-jalan yang tenang dan bangunan-bangunan bersejarah, kita dapat merasakan semangat perjuangan yang masih membara. Sebuah semangat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita dan monumen-monumen yang berdiri tegak. Monumen dapat didefinisikan sebagai bangunan yang diciptakan untuk menyimpan dan mengabadikan kenangan akan peristiwa atau tokoh-tokoh yang mengukir sejarah. Sebagai penanda waktu, monumen bukan sekadar objek statis, melainkan bukti atas keberanian, keteguhan, dan semangat perjuangan para pahlawan dari satu masa ke masa berikutnya. Berikut ini adalah 3 monumen bersejarah yang ikonik dengan peristiwa sejarah yang terjadi di Blitar. Monumen PETA Monumen PETA, yang berlokasi di Jl. Sudanco Supriyadi, Bendogerit, Kec. Sananwetan, Kota Blitar. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Tentara PETA di Blitar, khususnya yang melibatkan Shodanco Supriyadi dan enam prajurit lainnya dalam melawan tentara Jepang. Monumen ini diresmikan pada 14 Februari 2008, bertepatan dengan peringatan pemberontakan PETA di Blitar. Monumen PETA juga menjadi simbol keberanian dan keteguhan hati para pejuang dalam menghadapi penjajah. &nbsp; Monumen Patung Putra Sang Fajar Monumen Patung Putra Sang Fajar, yang berlokasi di pertigaan Jalan Supriyadi Blitar, tepat di seberang Hotel Herlingga. Monumen patung ini merupakan persembahan untuk mengenang jasa-jasa Proklamator RI, Soekarno. Patung tersebut merupakan kreasi seniman asal Yogyakarta dan diresmikan oleh putri Bung Karno, Megawati Soekarno Puteri. Salah satu fakta menarik dari patung ini adalah posenya yang menghadap ke timur, sesuai dengan julukan Bung Karno sebagai Putra Sang Fajar. &nbsp; Monumen Potlot Monumen Potlot, berlokasi di \u00a0Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, tepatnya berdiri kokoh sebagai center of interest\u00a0Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya, Blitar. Monumen ini dibangun sebagai pengingat sejarah Bendera Merah Putih yang pertama kali berkibar di Kota Blitar. Pada 14 Februari 1945, seorang perwira tentara bentukan militer Jepang PETA, Sudancho Parto Hardjono, berani mengibarkan Bendera Merah Putih di tugu tiang bendera yang berada di depan markas PETA Daidan Blitar. Hingga kemudian, monumen ini diresmikan pada tahun 1946 oleh Jenderal Sudirman. Selain monument, kita juga dapat merasakan dan menghargai sejarah dengan mengunjungi museum seperti Museum Noegroho di De Karanganjar Koffieplantage. Tempat ini menjadi rumah bagi berbagai artefak bersejarah, mulai dari pusaka leluhur hingga batik khas Blitar yang penuh dengan makna sejarah. Dengan demikian, kita dapat memahami dan menghargai warisan budaya kita dengan lebih baik, dan memastikan bahwa cerita-cerita ini terus hidup untuk generasi mendatang.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":4609,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[199],"tags":[322,268,267,492,493,494,340,263,312],"class_list":["post-4608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-bersejarah","tag-blitar","tag-dengan","tag-ikonik","tag-monumen","tag-peristiwa","tag-sejarah","tag-wisata","tag-yang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4608"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4610,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4608\/revisions\/4610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}