{"id":4662,"date":"2024-02-21T21:36:00","date_gmt":"2024-02-21T14:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=4662"},"modified":"2024-02-23T21:38:42","modified_gmt":"2024-02-23T14:38:42","slug":"pecel-punten-blitar-wisata-kuliner-autentik-yang-menggugah-selera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/pecel-punten-blitar-wisata-kuliner-autentik-yang-menggugah-selera\/","title":{"rendered":"Pecel Punten Blitar: Kuliner Tradisional yang Menggugah Selera"},"content":{"rendered":"<p>Pecel, sebuah hidangan yang sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Namun, tahukah Anda tentang variasi unik dari pecel yang berasal dari Blitar, Jawa Timur?<\/p>\n<p>Ya, makanan yang dimaksud adalah Pecel Punten, sebuah variasi pecel yang menggunakan punten sebagai pengganti nasi.<\/p>\n<p>Pecel Punten memiliki sejarah yang menarik. Punten adalah beras yang dimasak dengan santan dan garam kemudian dihaluskan.<\/p>\n<p>Makanan ini merupakan kuliner dari Tulungagung yang kemudian juga muncul di daerah sekitarnya seperti Blitar dan Malang.<\/p>\n<p>Pecel Punten unik karena menggabungkan dua elemen khas kuliner Jawa Timur, yaitu pecel dan punten.<\/p>\n<p>Pecel adalah sajian sayuran yang disiram dengan bumbu kacang, sedangkan punten adalah beras yang dimasak dengan santan dan garam, kemudian dihaluskan.<\/p>\n<p>Punten sendiri memiliki tekstur yang lembut dan gurih, yang memberikan kontras dengan sayuran segar dan bumbu kacang yang kaya rasa dalam pecel.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan punten juga mencerminkan kreativitas dan inovasi dalam kuliner lokal, sekaligus mempertahankan tradisi dan kekhasan makanan daerah.<\/p>\n<p>Di Blitar, Anda dapat dengan mudah menemukan warung kuliner yang menyajikan Pecel Punten dengan cita rasa khas yang menggugah selera.<\/p>\n<p>Beberapa rekomendasi tempat untuk menikmati Pecel Punten di Blitar antara lain Warung Pak Su dan Warung Pecel Punten Zarimah.<\/p>\n<p>Kedua warung ini menawarkan Pecel Punten dengan cita rasa yang begitu gurih dan memikat.<\/p>\n<p>Berikut adalah bahan-bahan yang digunakan dalam Pecel Punten:<\/p>\n<p><strong>Bahan Punten:<\/strong><\/p>\n<p>\u2013 1 cup beras (sekitar 230 gram)<\/p>\n<p>\u2013 300 ml santan dari 1\/2 butir kelapa<\/p>\n<p>\u2013 2 lembar daun salam<\/p>\n<p>\u2013 2 cm lengkuas<\/p>\n<p>\u2013 1\/4 sdt garam<\/p>\n<p><strong>Bahan Pecel:<\/strong><\/p>\n<p>\u2013 150 gram bumbu pecel, larutkan dengan air panas secukupnya<\/p>\n<p>\u2013 100 gram kangkung<\/p>\n<p>\u2013 75 gram taoge<\/p>\n<p>\u2013 50 gram daun kemangi<\/p>\n<p>\u2013 Tahu dan tempe goreng<\/p>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Rebus santan, daun salam, lengkuas, dan garam sampai mendidih.<\/li>\n<li>Masukkan beras, aduk sesekali. Masak sampai santan terserap beras.<\/li>\n<li>Potong-potong punten dan atur di atas piring.<\/li>\n<li>Tambahkan sayur, lalapan, dan siram dengan bumbu pecel.<\/li>\n<li>Sajikan dengan rempeyek dan lauk pauk yang sudah disiapkan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah menikmati Pecel Punten, tidak ada yang lebih sempurna daripada menyeruput secangkir  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4662\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> khas Blitar.<\/p>\n<p>Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikenal memiliki  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4662\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> khas dengan brand bernama <strong>De Karanganjar Koffie<\/strong> yang tak kalah cita rasanya dengan kopi- <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4662\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> daerah di Indonesia yang sudah mendunia.<\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4662\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a> ini memiliki rasa buah tertentu tetapi tidak menghilangkan cita rasa  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4662\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> asli.<\/p>\n<p>Jadi, bayangkan Anda duduk di warung lokal di Blitar, menikmati Pecel Punten yang lezat sambil menyeruput  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4662\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> khas Blitar yang hangat.<\/p>\n<p>Ini bukan hanya persoalan menikmati makanan dan minuman, tetapi juga merasakan kekayaan budaya dan tradisi yang terkandung di dalamnya<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pecel, sebuah hidangan yang sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Namun, tahukah Anda tentang variasi unik dari pecel yang berasal dari Blitar, Jawa Timur? Ya, makanan yang dimaksud adalah Pecel Punten, sebuah variasi pecel yang menggunakan punten sebagai pengganti nasi. Pecel Punten memiliki sejarah yang menarik. Punten adalah beras yang dimasak dengan santan dan garam kemudian dihaluskan. Makanan ini merupakan kuliner dari Tulungagung yang kemudian juga muncul di daerah sekitarnya seperti Blitar dan Malang. Pecel Punten unik karena menggabungkan dua elemen khas kuliner Jawa Timur, yaitu pecel dan punten. Pecel adalah sajian sayuran yang disiram dengan bumbu kacang, sedangkan punten adalah beras yang dimasak dengan santan dan garam, kemudian dihaluskan. Punten sendiri memiliki tekstur yang lembut dan gurih, yang memberikan kontras dengan sayuran segar dan bumbu kacang yang kaya rasa dalam pecel. Selain itu, penggunaan punten juga mencerminkan kreativitas dan inovasi dalam kuliner lokal, sekaligus mempertahankan tradisi dan kekhasan makanan daerah. Di Blitar, Anda dapat dengan mudah menemukan warung kuliner yang menyajikan Pecel Punten dengan cita rasa khas yang menggugah selera. Beberapa rekomendasi tempat untuk menikmati Pecel Punten di Blitar antara lain Warung Pak Su dan Warung Pecel Punten Zarimah. Kedua warung ini menawarkan Pecel Punten dengan cita rasa yang begitu gurih dan memikat. Berikut adalah bahan-bahan yang digunakan dalam Pecel Punten: Bahan Punten: \u2013 1 cup beras (sekitar 230 gram) \u2013 300 ml santan dari 1\/2 butir kelapa \u2013 2 lembar daun salam \u2013 2 cm lengkuas \u2013 1\/4 sdt garam Bahan Pecel: \u2013 150 gram bumbu pecel, larutkan dengan air panas secukupnya \u2013 100 gram kangkung \u2013 75 gram taoge \u2013 50 gram daun kemangi \u2013 Tahu dan tempe goreng Cara Membuat: Rebus santan, daun salam, lengkuas, dan garam sampai mendidih. Masukkan beras, aduk sesekali. Masak sampai santan terserap beras. Potong-potong punten dan atur di atas piring. Tambahkan sayur, lalapan, dan siram dengan bumbu pecel. Sajikan dengan rempeyek dan lauk pauk yang sudah disiapkan. Setelah menikmati Pecel Punten, tidak ada yang lebih sempurna daripada menyeruput secangkir kopi khas Blitar. Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikenal memiliki kopi khas dengan brand bernama De Karanganjar Koffie yang tak kalah cita rasanya dengan kopi- kopi daerah di Indonesia yang sudah mendunia. Kopi ini memiliki rasa buah tertentu tetapi tidak menghilangkan cita rasa kopi asli. Jadi, bayangkan Anda duduk di warung lokal di Blitar, menikmati Pecel Punten yang lezat sambil menyeruput kopi khas Blitar yang hangat. Ini bukan hanya persoalan menikmati makanan dan minuman, tetapi juga merasakan kekayaan budaya dan tradisi yang terkandung di dalamnya<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":4663,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[199],"tags":[504,268,266,335,359,505,334,337,263,312],"class_list":["post-4662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-autentik","tag-blitar","tag-kuliner","tag-menggugah","tag-pecel","tag-punten","tag-selera","tag-tradisional","tag-wisata","tag-yang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4662"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4665,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4662\/revisions\/4665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}