{"id":4830,"date":"2024-04-18T15:01:24","date_gmt":"2024-04-18T08:01:24","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=4830"},"modified":"2024-04-19T15:12:58","modified_gmt":"2024-04-19T08:12:58","slug":"liburan-seru-di-blitar-ngelencer-sambil-wisata-kuliner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/holiday-seru-in-blitar-ngelencer-while-touring-culinary\/","title":{"rendered":"Fun Holiday in Blitar, 'Nglencer' While Culinary Tourism"},"content":{"rendered":"<p>What do you look for when you go to a tourist spot or area besides entertainment?<\/p>\n<p>Perhaps the answer is the culinary speciality of the place, be it food or drink.<\/p>\n<p>If we take a closer look, <strong>culinary tourism<\/strong>\u00a0 in recent years has grown rapidly in Indonesia.<\/p>\n<p>With the increasing public interest in culinary, we can see it from the many fast food cafes and restaurants that have sprung up in Blitar, such as Roketto Coffee, Wizmie, and Hotways Chicken.<\/p>\n<p>People are even willing to queue for hours just to try the taste of the destination's food.<\/p>\n<p>Even so, amidst the popularity of fast food, traditional culinary is still the main favourite in Blitar City.<\/p>\n<p>Many tourist areas become famous because of the speciality food or traditional food served.<\/p>\n<p>Various tourist destinations that are known for their delicious specialities.<\/p>\n<p>Local visitors who are interested in the culinary richness of a region usually enjoy the traditional food that characterises it.<\/p>\n<p>The uniqueness and different flavours from one region to another make traditional cuisine a favourite among tourists.<\/p>\n<p>This is not only because food is a daily necessity, but also because eating local food is an integral part of the travelling experience.<\/p>\n<p>In addition, it is also because enjoying food is a daily necessity and a complementary need to the travelling experience for tourists.<\/p>\n<p>In Blitar City, various traditional dishes also continue to be developed.<\/p>\n<p>From pecel rice, ampok rice, to snacks like peyek uceng, geti, wajik kletik, ice drop, and ice pleret.<\/p>\n<p>Travellers often enjoy these dishes on the spot, but may also choose to take them home as souvenirs.<\/p>\n<p>Tourist destinations such as Bung Karno's Tomb and Blitar Square are favourite places for travellers to enjoy a variety of traditional culinary delights.<\/p>\n<p>Despite the emergence of various fast food restaurants in Blitar, traditional culinary remains the top choice for visitors.<\/p>\n<p><strong>Traditional food<\/strong> not only attracts tourists, but also helps boost the local economy.<\/p>\n<p>Merchants around tourist attractions benefit from the surge in tourist visits.<\/p>\n<p>In addition, maintaining traditional culinary diversity also plays an important role in maintaining the cultural value of a region.<\/p>\n<p>Since 1972, efforts have been made to promote traditional cuisine.<\/p>\n<p>The modification and promotion of traditional food has helped introduce Indonesia's culinary richness nationally and internationally.<\/p>\n<p>The role of traditional food in the tourism industry not only adds to the appeal for tourists, but also strengthens regional identity as a unique tourist destination.<\/p>\n<p>With the continued development of culinary tourism, it is hoped that various other types of tourism will emerge in Blitar City.<\/p>\n<p>The introduction of a tourist attraction can be done through various means, ranging from promotion by the local government to the active participation of local merchants.<\/p>\n<p>This will all help increase local community income and enrich the tourist experience for visitors who come to Blitar City.<\/p>\n<p>In addition to the city area, the Regency also has interesting culinary tourism destinations, namely <strong>De Karanganjar Koffieplantage.<\/strong><\/p>\n<p>Wisatawan yang datang berkunjung tidak hanya dibuat terpukau oleh cita rasa  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4830\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> Blitar yang khas, tetapi juga pemandangan perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4830\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> yang luas serta pemandangan bangunan-bangunan klasik yang membuat suasana seperti sedang berada di Eropa.<\/p>\n<p>Bagi Anda yang tidak bisa minum  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4830\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>, tidak perlu khawatir.<\/p>\n<p>You can taste a variety of culinary delights ranging from traditional processed foods such as tempe mendoan, food <em>Chinese <\/em>such as capcay, Indonesian specialities such as fried rice, ayam geprek, and others, to the waffle dessert menu which is always a crowd favourite.<\/p>\n<p>Starting from just 10,000, you can enjoy these dishes at <strong>OG Cafe<\/strong> It is a classic Dutch building that is still well-maintained.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang Anda cari ketika pergi ke suatu tempat atau daerah wisata selain hiburan? Mungkin jawabannya adalah kuliner khas yang ada di tempat tersebut, baik makanan atau minuman. Jika kita cermati sekilas, wisata\u00a0 kuliner\u00a0 dalam\u00a0 beberapa\u00a0 tahun\u00a0 terakhir\u00a0 ini\u00a0 berkembang\u00a0 pesat\u00a0 di\u00a0 Indonesia. Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner, kita bisa melihatnya dari banyaknya kafe dan restoran cepat saji yang bermunculan di Blitar, seperti Roketto Coffee, Wizmie, dan Hotways Chicken. Masyarakat bahkan rela mengantri berjam-jam hanya untuk mencoba cita rasa makanan destinasi yang dituju. Meskipun begitu, di tengah popularitas makanan cepat saji, kuliner tradisional masih tetap menjadi primadona utama di Kota Blitar. Banyak daerah wisata menjadi\u00a0 terkenal\u00a0 karena makanan\u00a0 khas atau makanan tradisional yang\u00a0 disajikan. Beragam destinasi wisata yang dikenal karena kelezatan hidangan khas yang ditawarkan. Pengunjung lokal yang tertarik dengan kekayaan kuliner suatu daerah biasanya menikmati makanan tradisional yang menjadi ciri khas di sana. Keunikan dan cita rasa yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain membuat kuliner tradisional menjadi favorit para wisatawan. Hal ini tak hanya karena makanan adalah kebutuhan sehari-hari, tetapi juga karena menyantap makanan lokal menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata. Selain\u00a0 itu,\u00a0 juga\u00a0 karena\u00a0 menikmati\u00a0 kuliner\u00a0 adalah kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pelengkap pengalaman berwisata bagi wisatawan. Di Kota Blitar, berbagai hidangan tradisional juga terus dikembangkan. Mulai dari nasi pecel, nasi ampok, hingga jajanan seperti peyek uceng, geti, wajik kletik, es drop, dan es pleret. Wisatawan seringkali menikmati hidangan-hidangan ini langsung di tempat wisata, namun juga dapat memilih untuk membawa pulang sebagai oleh-oleh. Destinasi wisata seperti Makam Bung Karno dan Alun-Alun Blitar menjadi tempat favorit bagi para pelancong untuk menikmati ragam kuliner tradisional. Meskipun munculnya berbagai restoran cepat saji di Blitar, kuliner tradisional tetap menjadi pilihan utama bagi pengunjung. Makanan tradisional tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian lokal. Pedagang di sekitar tempat wisata mendapat manfaat dari lonjakan kunjungan wisatawan. Selain itu, mempertahankan keberagaman kuliner tradisional juga berperan penting dalam menjaga nilai budaya suatu daerah. Sejak era 1972, upaya untuk mengangkat kuliner tradisional telah dilakukan. Modifikasi dan promosi makanan tradisional telah membantu memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia secara nasional dan internasional. Peran makanan tradisional dalam industri pariwisata tak hanya menambah daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas daerah sebagai destinasi wisata yang unik. Dengan terus berkembangnya pariwisata kuliner, diharapkan akan muncul beragam jenis wisata lainnya di Kota Blitar. Pengenalan akan daya tarik wisata dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari promosi oleh pemerintah setempat hingga partisipasi aktif pedagang lokal. Ini semua akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat serta memperkaya pengalaman wisata bagi pengunjung yang datang ke Kota Blitar. Selain wilayah kota, Kabupaten juga memiliki destinasi wisata kuliner menarik yakni De Karanganjar Koffieplantage. Wisatawan yang datang berkunjung tidak hanya dibuat terpukau oleh cita rasa kopi Blitar yang khas, tetapi juga pemandangan perkebunan kopi yang luas serta pemandangan bangunan-bangunan klasik yang membuat suasana seperti sedang berada di Eropa. Bagi Anda yang tidak bisa minum kopi, tidak perlu khawatir. Anda dapat mencicipi beragam kuliner makanan mulai dari olahan makanan tradisional seperti tempe mendoan, makanan Chinese seperti capcay, makanan khas nusantara seperti nasi goreng, ayam geprek, dan lainnya, hingga menu dessert waffle yang selalu menjadi favorit pengunjung. Mulai dari harga 10 ribuan, Anda sudah dapat menikmati hidangan tersebut di OG Cafe yang bernuansa klasik khas bangunan Belanda yang masih terawatt dengan baik.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":4831,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[199],"tags":[576,578,268,266,401,434,577,263],"class_list":["post-4830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-ngelencer","tag-nglencer","tag-blitar","tag-kuliner","tag-liburan","tag-sambil","tag-seru","tag-wisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4830"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4834,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4830\/revisions\/4834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}