{"id":4872,"date":"2024-05-02T20:00:45","date_gmt":"2024-05-02T13:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=4872"},"modified":"2024-05-02T20:00:45","modified_gmt":"2024-05-02T13:00:45","slug":"terkuaknya-misteri-candi-sirah-kencong-wisata-bersejarah-di-lereng-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/terkuak-misteri-candi-sirah-kencong-wisata-historical-on-the-slope-of-the-mountain\/","title":{"rendered":"The Mystery of Sirah Kencong Temple, a Historic Tourist Attraction on the Slope of the Mountain"},"content":{"rendered":"<p>Have you ever imagined feeling the cool mountain air while contemplating the traces of past glories?<\/p>\n<p>Travelling to nature while learning history at Sirah Kencong is an interesting experience, where every step brings you closer to the stories of the kingdoms of the archipelago.<\/p>\n<p>Located on the slopes of Mount Buthak, Sirah Kencong enchants with its mesmerising natural beauty.<\/p>\n<p>Surrounded by lush green tea plantations, you'll be treated to stunning views along the way.<\/p>\n<p>Explore the paths through the lush trees, listen to the gurgling water of the rushing river, and feel the cool breeze on your face.<\/p>\n<p>However, Sirah Kencong's natural beauty is not the only thing that attracts attention.<\/p>\n<p>Behind the trees and bushes, there are historical secrets waiting to be uncovered.<\/p>\n<p>This temple, which was buried under the earth for centuries, is now a silent witness to past glories.<\/p>\n<p>Every stone rubble, every carved relief, and every ancient ruin tells fascinating stories of civilisations gone by.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Brief History of Sirah Kencong Temple<\/strong><\/p>\n<p>Sirah Kencong Temple is located on the slopes of Mount Buthak, Ngadirenggo Village, Wlingi District, Blitar Regency.<\/p>\n<p>Nama \u201cSirah Kencong\u201d diambil dari perkebunan teh yang terletak di sana.<\/p>\n<p>The temple was rediscovered in 1967 by plantation workers while planting quinine plants after being buried in the ground for several centuries.<\/p>\n<p>According to reports by J. Knebel (ROC 1908) and N.J. Krom (1923), the site used to contain four Dwarapala statues with the kroso Saka 1389 (1467 AD), indicating that the temple was built during the Majapahit Kingdom.<\/p>\n<p>However, the whereabouts of the four statues are now unknown.<\/p>\n<p>This temple is thought to have a Shiva Hindu background combined with the worship of the Mountain God, this can be seen from the location, building style, and existing relics.<\/p>\n<p>However, at present, the temple has not been fully restored due to the large number of stones found. Restoration efforts have only resulted in three stone buildings that are not intact.<\/p>\n<p>Among the relics that can be seen are some reliefs on the temple buildings.<\/p>\n<p>One of the reliefs is thought to depict the story of Bubhuksah and Gagang Aking, with a thin man facing off against a tiger.<\/p>\n<p>Another relief is thought to be the story of Samodramantana, with a sculpture of a dragon snake supported by five people wearing cloth and holding swords. The last relief is thought to depict the story of Bimasuci, with three giants wearing coils like Bima figures with the sea in the background.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Efforts to Preserve Sirah Kencong Temple<\/strong><\/p>\n<p>The younger generation and visitors to Sirah Kencong plantation have an important role in preserving and appreciating the existence of Sirah Kencong Temple.<\/p>\n<p>They play a role in disseminating information about the history and uniqueness of this temple through various social media and digital platforms.<\/p>\n<p>By sharing stories and photos of their experiences visiting the temple, they are helping to raise awareness of the importance of preserving this cultural heritage.<\/p>\n<p>In addition, the younger generation can also get involved in volunteering to clean and maintain the area around the temple.<\/p>\n<p>Through active participation in restoration and conservation activities, they can ensure that Sirah Kencong Temple is preserved and can be enjoyed by future generations.<\/p>\n<p>In addition to playing a role in the physical preservation of the temple, tourist visitors also make an important economic contribution to the local community.<\/p>\n<p>With the increasing number of tourists visiting, there will be an impetus for the development of tourism infrastructure that can provide long-term economic benefits to the surrounding community.<\/p>\n<p>Thus, the younger generation and visitors to the Sirah Kencong plantation play a key role in maintaining the existence and preservation of Sirah Kencong Temple as a valuable part of Indonesia's cultural heritage.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Dari perkebunan the Sirah Kencong yang mempesona, Blitar juga memiliki perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4872\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> Karanganjar di Nglegok, di mana setiap sudutnya menyimpan misteri untuk diungkap.<\/p>\n<p>Perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4872\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> Karanganjar, bukan hanya sekadar ladang subur yang menghasilkan biji  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"4872\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> berkualitas tinggi, tetapi juga merupakan tempat yang sarat akan sejarah.<\/p>\n<p>Amongst the sprawling gardens, there are shrines, ancient sites and historical buildings that bear silent witness to a glorious past.<\/p>\n<p>So, don't miss the chance to explore this mesmerising wonder of Blitar!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda pernah membayangkan merasakan sejuknya udara pegunungan sambil merenungkan jejak-jejak kejayaan masa lalu? Berwisata ke alam sambil belajar sejarah di Sirah Kencong adalah pengalaman yang menarik, di mana setiap langkah membawa Anda lebih dekat pada kisah-kisah masa kerajaan di Nusantara. Terletak di lereng Gunung Buthak, Sirah Kencong mempesona dengan keindahan alamnya yang memesona. Dikelilingi oleh hamparan perkebunan teh yang hijau subur, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan sepanjang perjalanan. Jelajahi jalan setapak yang menembus pepohonan rimbun, dengarkan gemericik air sungai yang mengalir deras, dan rasakan angin sejuk yang menyapa wajah Anda. Namun, keindahan alam Sirah Kencong bukanlah satu-satunya hal yang menarik perhatian. Di balik pepohonan dan semak belukar, tersimpanlah rahasia-rahasia sejarah yang menanti untuk diungkap. Candi ini, yang sempat tertimbun tanah selama berabad-abad, kini menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu. Setiap puing batu, setiap relief yang terukir, dan setiap reruntuhan purba menceritakan kisah-kisah yang mengagumkan tentang peradaban yang telah berlalu. \u00a0 Sejarah Singkat Candi Sirah Kencong Candi Sirah Kencong berada di lereng Gunung Buthak, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Nama \u201cSirah Kencong\u201d diambil dari perkebunan teh yang terletak di sana. Candi ini ditemukan kembali pada tahun 1967 oleh para pekerja perkebunan saat menanam tanaman kina setelah tertimbun tanah selama beberapa abad. Menurut laporan J. Knebel (ROC 1908) dan N.J. Krom (1923), di situs ini dulunya terdapat empat Arca Dwarapala dengan kroso Saka 1389 (1467 M), menunjukkan bahwa candi ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Meskipun demikian, keberadaan empat arca tersebut kini tidak diketahui lagi. Candi ini diperkirakan memiliki latar belakang aliran Hindu Siwa yang berpadu dengan pemujaan terhadap Dewa Gunung, hal ini dapat dilihat dari lokasi, corak bangunan, dan peninggalan yang ada. Namun, saat ini, candi belum dipugar dengan sempurna karena jumlah batu yang ditemukan begitu banyak. Upaya pemugaran hanya menghasilkan tiga bangunan batu yang tidak utuh. Di antara peninggalan yang dapat dilihat adalah beberapa relief pada bangunan candi. Salah satu relief diduga menggambarkan kisah Bubhuksah dan Gagang Aking, dengan seorang berbadan kurus berhadapan dengan seekor harimau. Relief lainnya diduga merupakan kisah Samodramantana, dengan pahatan ular naga yang disangga oleh lima orang mengenakan kain dan menyangga pedang. Relief terakhir diduga menggambarkan kisah Bimasuci, dengan tiga raksasa yang memakai gelung seperti tokoh Bima dengan latar belakang laut. \u00a0 Upaya Pelestarian Candi Sirah Kencong Generasi muda dan pengunjung wisata perkebunan Sirah Kencong memiliki peran yang penting dalam melestarikan dan mengapresiasi keberadaan Candi Sirah Kencong. Mereka berperan dalam menyebarkan informasi tentang sejarah dan keunikan candi ini melalui berbagai media sosial dan platform digital. Dengan membagikan cerita dan foto-foto tentang pengalaman mereka mengunjungi candi ini, mereka membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya ini. Selain itu, generasi muda juga dapat terlibat dalam kegiatan sukarela untuk membersihkan dan merawat area sekitar candi. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pemugaran dan pelestarian, mereka dapat memastikan bahwa Candi Sirah Kencong tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Selain berperan dalam pelestarian fisik candi, pengunjung wisata juga memberikan kontribusi ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung, akan ada dorongan untuk pengembangan infrastruktur pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, generasi muda dan pengunjung wisata perkebunan Sirah Kencong memainkan peran kunci dalam menjaga keberadaan dan kelestarian Candi Sirah Kencong sebagai bagian berharga dari warisan budaya Indonesia. \u00a0 Dari perkebunan the Sirah Kencong yang mempesona, Blitar juga memiliki perkebunan kopi Karanganjar di Nglegok, di mana setiap sudutnya menyimpan misteri untuk diungkap. Perkebunan kopi Karanganjar, bukan hanya sekadar ladang subur yang menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi, tetapi juga merupakan tempat yang sarat akan sejarah. Di antara kebun-kebun yang luas, terdapat petilasan, situs-situs kuno, dan bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu dari masa lalu yang megah. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi keajaiban Blitar yang memukau ini!<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":4873,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[199],"tags":[322,351,598,602,601,349,599,600,263],"class_list":["post-4872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-bersejarah","tag-candi","tag-gunung","tag-kencong","tag-lereng","tag-misteri","tag-sirah","tag-terkuaknya","tag-wisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4874,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4872\/revisions\/4874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}