{"id":6172,"date":"2025-07-04T22:54:12","date_gmt":"2025-07-04T15:54:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=6172"},"modified":"2025-07-31T23:19:13","modified_gmt":"2025-07-31T16:19:13","slug":"karat-daun-kopi-musuh-berkarat-yang-bikin-kopimu-bisa-nggak-nikmat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/karat-daun-kopi-musuh-berkarat-yang-bikin-kopimu-bisa-nggak-nikmat\/","title":{"rendered":"Karat Daun Kopi: Musuh \u2018Berkarat\u2019 yang Bikin Kopimu Bisa Nggak Nikmat"},"content":{"rendered":"<p>Ketika mendengar kata \u201ckorosi,\u201d yang terbayang biasanya adalah besi yang berkarat, berubah warna menjadi coklat kemerahan dan rapuh. <\/p>\n<p>Namun, ternyata korosi tidak hanya terjadi pada logam, tetapi juga pada daun khususnya daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika. <\/p>\n<p>Fenomena ini dikenal sebagai karat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>, sebuah penyakit yang mengintai kebun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> di berbagai belahan dunia. <\/p>\n<p>Seperti korosi pada besi yang merusak struktur dan fungsi, karat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> juga merusak daun, mengganggu proses fotosintesis, dan akhirnya mengancam hasil panen serta kehidupan para petani  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu Karat Daun pada  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a> Arabika?<\/strong><br>\nKarat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> atau Coffee Leaf Rust adalah penyakit utama yang menyerang tanaman  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>, khususnya jenis arabika. <\/p>\n<p>Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix, patogen yang hanya dapat hidup pada jaringan daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> yang masih hidup. <\/p>\n<p>Penyebarannya sangat cepat dan dapat menurunkan hasil panen secara drastis, bahkan hingga 70% pada kondisi tertentu.<\/p>\n<p>Gejala dan Ciri-Ciri Karat Daun<br>\n\u2022 Bercak kuning muda di permukaan bawah daun, yang kemudian berubah menjadi kuning tua atau jingga.<br>\n\u2022 Munculnya tepung berwarna oranye pada bercak, yang merupakan kumpulan spora jamur.<br>\n\u2022 Daun yang terinfeksi akan mengering dan gugur sebelum waktunya, menyebabkan pohon kehilangan kemampuan fotosintesis secara optimal.<br>\n\u2022 Pada serangan berat, ranting bisa mengering dan pohon  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> dapat mati secara perlahan.<\/p>\n<p><strong>Siklus dan Cara Penyebaran<\/strong><br>\nJamur Hemileia vastatrix berkembang biak melalui spora yang sangat ringan dan mudah tersebar oleh angin, hujan, serangga, bahkan manusia. <\/p>\n<p>Spora masuk ke jaringan daun melalui stomata, terutama saat kelembapan tinggi dan suhu berkisar antara 15\u201328\u00b0C.<br>\nPenyakit ini lebih sering menyerang daun yang sudah tua, sementara daun muda relatif lebih tahan.<\/p>\n<p><strong>Sejarah dan Persebaran Karat Daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a><\/strong><br>\nKarat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> pertama kali tercatat di Afrika Timur pada tahun 1861, lalu menyebar ke Sri Lanka pada 1867. <\/p>\n<p>Dalam waktu sepuluh tahun, penyakit ini menyebabkan keruntuhan industri  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> di Sri Lanka, memaksa petani beralih ke tanaman teh. <\/p>\n<p>Sejak itu, karat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> menjadi ancaman global, menyerang hampir semua negara penghasil  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> utama di dunia, termasuk Indonesia, Brasil, Kolombia, dan negara-negara di Afrika dan Amerika Tengah.<\/p>\n<p><strong>Dampak Ekonomi dan Sosial<\/strong><br>\n\u2022 Penurunan produksi: Karat daun dapat memangkas produksi  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika hingga 30\u201370% dalam satu musim panen.<br>\n\u2022 Kerugian ekonomi: Negara-negara penghasil  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> bisa mengalami kerugian miliaran dolar setiap tahun akibat penurunan hasil dan kualitas  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>.<br>\n\u2022 Dampak sosial: Banyak petani kecil yang menggantungkan hidup pada  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> harus menghadapi ketidakpastian ekonomi, bahkan kehilangan mata pencaharian.<\/p>\n<p><strong>Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Karat Daun<\/strong><br>\nBeberapa faktor yang mempercepat penyebaran dan keparahan karat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> antara lain:<br>\n\u2022 Kelembapan tinggi dan curah hujan yang sering.<br>\n\u2022 Suhu hangat (15\u201328\u00b0C) yang mendukung perkecambahan spora.<br>\n\u2022 Monokultur: Penanaman satu varietas  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> dalam jumlah besar tanpa rotasi tanaman.<br>\n\u2022 Kepadatan tanaman yang terlalu rapat, sehingga sirkulasi udara kurang baik.<br>\n\u2022 Kurangnya pemangkasan dan perawatan tanaman.<\/p>\n<p><strong>Strategi Pengendalian Karat Daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >Coffee<\/a> Arabika<\/strong><br>\n1. Pengendalian Budidaya<br>\n\u2022 Pengaturan jarak tanam: Menanam  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> dengan jarak sekitar 3\u00d73 meter untuk menurunkan kelembapan dan mengurangi risiko penyebaran spora.<br>\n\u2022 Pemangkasan rutin: Mengurangi kepadatan daun agar sirkulasi udara lebih baik.<br>\n\u2022 Penggunaan tanaman penaung: Mengatur intensitas cahaya dan kelembapan di sekitar tanaman  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>.<\/p>\n<p>2. Penggunaan Varietas Tahan<br>\n\u2022 Menanam varietas  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika yang telah dikembangkan untuk lebih tahan terhadap karat daun.<br>\n\u2022 Pemilihan bibit unggul menjadi salah satu langkah preventif yang sangat dianjurkan.<\/p>\n<p>3. Pengendalian Biologis<br>\n\u2022 Aplikasi jamur antagonis seperti Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana yang mampu menekan pertumbuhan Hemileia vastatrix.<br>\n\u2022 Penggunaan biopestisida dari ekstrak tumbuhan, seperti bawang putih, kayu manis, serai, dan cengkeh, yang mengandung senyawa antijamur alami.<\/p>\n<p>4. Pengendalian Kimiawi<br>\n\u2022 Penggunaan fungisida berbahan dasar tembaga (misal: Cuprous oxide, Cupric hydroxide) pada waktu yang tepat, terutama sebelum dan selama musim hujan.<br>\n\u2022 Penyemprotan harus dilakukan dengan teknik yang benar agar permukaan bawah daun terlindungi secara merata.<br>\n\u2022 Penggunaan fungisida sebaiknya menjadi opsi terakhir karena risiko residu dan resistensi jamur.<\/p>\n<p>5. Perbaikan Sistem Budidaya<br>\n\u2022 Pemupukan berimbang: Memberikan nutrisi yang cukup agar tanaman lebih kuat menghadapi serangan penyakit.<br>\n\u2022 Perbaikan pH tanah: Menjaga pH tanah agar tetap optimal untuk pertumbuhan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a>.<\/p>\n<p>Di beberapa wilayah penghasil  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika di Indonesia, petani mulai mengadopsi pengendalian terpadu. <\/p>\n<p>Selain mengurangi penggunaan fungisida kimia, mereka juga memanfaatkan metabolit sekunder dari jamur antagonis, memperbaiki sistem budidaya, dan melakukan pelatihan bersama dalam program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu. <\/p>\n<p>Hasilnya, tingkat serangan karat daun menurun signifikan, dan daun muda lebih tahan terhadap infeksi.<br>\nKarat daun  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> tetap menjadi tantangan besar bagi industri  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika dunia. <\/p>\n<p>Namun, kemajuan dalam riset varietas tahan penyakit, penggunaan biopestisida, serta edukasi petani tentang pengelolaan kebun yang berkelanjutan, membuka harapan baru. <\/p>\n<p>Kolaborasi antara petani, peneliti, dan pemerintah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika yang berkualitas tinggi.<\/p>\n<p>Menjaga kesehatan tanaman  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> bukanlah hal yang mudah, apalagi menghadapi ancaman karat daun yang bisa menyerang kapan saja.<\/p>\n<p>Di perkebunan De Karanganjar Koffieplantage, upaya perawatan tanaman  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6172\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> arabika juga dilakukan secara serius untuk mencegah serangan karat daun. <\/p>\n<p>Dengan menggabungkan teknik budidaya modern dan kearifan lokal, para petani di sana rutin melakukan pemangkasan, pengaturan jarak tanam, serta penggunaan varietas tahan penyakit.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika mendengar kata \u201ckorosi,\u201d yang terbayang biasanya adalah besi yang berkarat, berubah warna menjadi coklat kemerahan dan rapuh. Namun, ternyata korosi tidak hanya terjadi pada logam, tetapi juga pada daun khususnya daun kopi arabika. Fenomena ini dikenal sebagai karat daun kopi, sebuah penyakit yang mengintai kebun kopi di berbagai belahan dunia. Seperti korosi pada besi yang merusak struktur dan fungsi, karat daun kopi juga merusak daun, mengganggu proses fotosintesis, dan akhirnya mengancam hasil panen serta kehidupan para petani kopi. Apa Itu Karat Daun pada Kopi Arabika? Karat daun kopi atau Coffee Leaf Rust adalah penyakit utama yang menyerang tanaman kopi, khususnya jenis arabika. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix, patogen yang hanya dapat hidup pada jaringan daun kopi yang masih hidup. Penyebarannya sangat cepat dan dapat menurunkan hasil panen secara drastis, bahkan hingga 70% pada kondisi tertentu. Gejala dan Ciri-Ciri Karat Daun \u2022 Bercak kuning muda di permukaan bawah daun, yang kemudian berubah menjadi kuning tua atau jingga. \u2022 Munculnya tepung berwarna oranye pada bercak, yang merupakan kumpulan spora jamur. \u2022 Daun yang terinfeksi akan mengering dan gugur sebelum waktunya, menyebabkan pohon kehilangan kemampuan fotosintesis secara optimal. \u2022 Pada serangan berat, ranting bisa mengering dan pohon kopi dapat mati secara perlahan. Siklus dan Cara Penyebaran Jamur Hemileia vastatrix berkembang biak melalui spora yang sangat ringan dan mudah tersebar oleh angin, hujan, serangga, bahkan manusia. Spora masuk ke jaringan daun melalui stomata, terutama saat kelembapan tinggi dan suhu berkisar antara 15\u201328\u00b0C. Penyakit ini lebih sering menyerang daun yang sudah tua, sementara daun muda relatif lebih tahan. Sejarah dan Persebaran Karat Daun Kopi Karat daun kopi pertama kali tercatat di Afrika Timur pada tahun 1861, lalu menyebar ke Sri Lanka pada 1867. Dalam waktu sepuluh tahun, penyakit ini menyebabkan keruntuhan industri kopi di Sri Lanka, memaksa petani beralih ke tanaman teh. Sejak itu, karat daun kopi menjadi ancaman global, menyerang hampir semua negara penghasil kopi utama di dunia, termasuk Indonesia, Brasil, Kolombia, dan negara-negara di Afrika dan Amerika Tengah. Dampak Ekonomi dan Sosial \u2022 Penurunan produksi: Karat daun dapat memangkas produksi kopi arabika hingga 30\u201370% dalam satu musim panen. \u2022 Kerugian ekonomi: Negara-negara penghasil kopi bisa mengalami kerugian miliaran dolar setiap tahun akibat penurunan hasil dan kualitas kopi. \u2022 Dampak sosial: Banyak petani kecil yang menggantungkan hidup pada kopi harus menghadapi ketidakpastian ekonomi, bahkan kehilangan mata pencaharian. Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Karat Daun Beberapa faktor yang mempercepat penyebaran dan keparahan karat daun kopi antara lain: \u2022 Kelembapan tinggi dan curah hujan yang sering. \u2022 Suhu hangat (15\u201328\u00b0C) yang mendukung perkecambahan spora. \u2022 Monokultur: Penanaman satu varietas kopi dalam jumlah besar tanpa rotasi tanaman. \u2022 Kepadatan tanaman yang terlalu rapat, sehingga sirkulasi udara kurang baik. \u2022 Kurangnya pemangkasan dan perawatan tanaman. Strategi Pengendalian Karat Daun Kopi Arabika 1. Pengendalian Budidaya \u2022 Pengaturan jarak tanam: Menanam kopi dengan jarak sekitar 3\u00d73 meter untuk menurunkan kelembapan dan mengurangi risiko penyebaran spora. \u2022 Pemangkasan rutin: Mengurangi kepadatan daun agar sirkulasi udara lebih baik. \u2022 Penggunaan tanaman penaung: Mengatur intensitas cahaya dan kelembapan di sekitar tanaman kopi. 2. Penggunaan Varietas Tahan \u2022 Menanam varietas kopi arabika yang telah dikembangkan untuk lebih tahan terhadap karat daun. \u2022 Pemilihan bibit unggul menjadi salah satu langkah preventif yang sangat dianjurkan. 3. Pengendalian Biologis \u2022 Aplikasi jamur antagonis seperti Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana yang mampu menekan pertumbuhan Hemileia vastatrix. \u2022 Penggunaan biopestisida dari ekstrak tumbuhan, seperti bawang putih, kayu manis, serai, dan cengkeh, yang mengandung senyawa antijamur alami. 4. Pengendalian Kimiawi \u2022 Penggunaan fungisida berbahan dasar tembaga (misal: Cuprous oxide, Cupric hydroxide) pada waktu yang tepat, terutama sebelum dan selama musim hujan. \u2022 Penyemprotan harus dilakukan dengan teknik yang benar agar permukaan bawah daun terlindungi secara merata. \u2022 Penggunaan fungisida sebaiknya menjadi opsi terakhir karena risiko residu dan resistensi jamur. 5. Perbaikan Sistem Budidaya \u2022 Pemupukan berimbang: Memberikan nutrisi yang cukup agar tanaman lebih kuat menghadapi serangan penyakit. \u2022 Perbaikan pH tanah: Menjaga pH tanah agar tetap optimal untuk pertumbuhan kopi. Di beberapa wilayah penghasil kopi arabika di Indonesia, petani mulai mengadopsi pengendalian terpadu. Selain mengurangi penggunaan fungisida kimia, mereka juga memanfaatkan metabolit sekunder dari jamur antagonis, memperbaiki sistem budidaya, dan melakukan pelatihan bersama dalam program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu. Hasilnya, tingkat serangan karat daun menurun signifikan, dan daun muda lebih tahan terhadap infeksi. Karat daun kopi tetap menjadi tantangan besar bagi industri kopi arabika dunia. Namun, kemajuan dalam riset varietas tahan penyakit, penggunaan biopestisida, serta edukasi petani tentang pengelolaan kebun yang berkelanjutan, membuka harapan baru. Kolaborasi antara petani, peneliti, dan pemerintah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi kopi arabika yang berkualitas tinggi. Menjaga kesehatan tanaman kopi bukanlah hal yang mudah, apalagi menghadapi ancaman karat daun yang bisa menyerang kapan saja. Di perkebunan De Karanganjar Koffieplantage, upaya perawatan tanaman kopi arabika juga dilakukan secara serius untuk mencegah serangan karat daun. Dengan menggabungkan teknik budidaya modern dan kearifan lokal, para petani di sana rutin melakukan pemangkasan, pengaturan jarak tanam, serta penggunaan varietas tahan penyakit.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":5331,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[1213,314,439,1216,393,1215,225,1211,1212,1214,841,312],"class_list":["post-6172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ensiklopedia-kopi","tag-berkarat","tag-bikin","tag-bisa","tag-daun","tag-ensiklopedia","tag-karat","tag-kopi","tag-kopimu","tag-musuh","tag-nggak","tag-nikmat","tag-yang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6172"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6174,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6172\/revisions\/6174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}