{"id":6507,"date":"2026-04-28T23:02:53","date_gmt":"2026-04-28T16:02:53","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=6507"},"modified":"2026-04-28T23:02:53","modified_gmt":"2026-04-28T16:02:53","slug":"alun-alun-blitar-kebanggaan-atau-simbol-ketidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/alun-alun-blitar-kebanggaan-atau-simbol-ketidak\/","title":{"rendered":"ALUN-ALUN BLITAR: Kebanggaan atau Simbol Ketidakramahan terhadap Alam?"},"content":{"rendered":"<p>Menanggapi sambatan <em>telek blekok<\/em> di alun-alun <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/rekomendasi-wisata-keluarga-dan-edukasi-kopi-di\/\">Blitar<\/a> dari beberapa netizen manis nan higienis di sosmed, Pemkot pun gercep mulai melaksanakan <a href=\"https:\/\/batu.jatimtimes.com\/amp\/baca\/3331341704\/20260412\/094500\/pemkot-blitar-pasang-alat-pengusir-blekok-untuk-jaga-kebersihan-alun-alun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">proyek bedol desa burung kuntul<\/a>. Katanya, satwa ini akan <em>dipindahkan<\/em> ke tempat yang lebih ramah di semacam <em>ecopark<\/em> gitu.<\/p>\n<p>Oke, kita lihat saja nanti, beneran mereka akan bisa digiring dengan ceria apa enggak.<\/p>\n<h2>Pernah Terjadi di Alun-Alun Blitar<\/h2>\n<p>Obsesi mengusir kuntul ini bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, Beringin Kurung yang jadi ikon alun-alun dipangkas. Katanya, supaya nggak makin banyak kuntul bersarang di situ. Celakanya, pohon jenis beringin ini punya karakteristik biologis yang unik. Akar gantung dan cabang besarnya menyimpan cadangan energi. Jika dipotong sembarangan, sistem fotosintesis terganggu, luka terbuka jadi pintu masuk jamur dan bakteri, lalu pohon bisa <em>ngambek<\/em> dan mati.<\/p>\n<p>Pohon ikonik berusia ratusan tahun itu akhirnya hilang.<\/p>\n<div id=\"attachment_6508\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-6508\" class=\"size-medium wp-image-6508\" src=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Alun_alun_Blitar-300x195.jpg\" alt=\"alun-alun Blitar\" width=\"300\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Alun_alun_Blitar-300x195.jpg 300w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Alun_alun_Blitar-768x499.jpg 768w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Alun_alun_Blitar-18x12.jpg 18w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Alun_alun_Blitar-600x390.jpg 600w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Alun_alun_Blitar.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-6508\" class=\"wp-caption-text\">Alun-Alun Blitar\/wikimedia<\/p><\/div>\n<p>Ya emang ditanam lagi dengan yang baru, tapi mungkin harus nunggu zamannya Jan Ethes bisa nyapres baru kita bisa menyaksikan beringin tersebut tumbuh besar dan rindang seperti idealnya.<\/p>\n<p>Mundur seratus tahun ke belakang, alun-alun ini juga jadi saksi punahnya harimau Jawa.<\/p>\n<p>Demi menghibur para ningrat, harimau dari segala penjuru Jawa ditangkap, lalu dijadikan tontonan dalam arena gladiator yang dikenal dengan nama <a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/134207812\/festival-menombak-macan-dalam-tradisi-rampogan-tahun-1890-1925\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rampogan Macan<\/a>. Apa pun hasilnya harimau pasti terbantai. Kalau nggak karena dibunuh gladiator, ya mereka akan ditombak ramai-ramai oleh rakyat yang nonton hiburan.<\/p>\n<p>Ironisnya, yang menghentikan tradisi berdarah itu justru pemerintah Belanda pada saat itu.<\/p>\n<p>Kembali ke laptop: akankah Alun-Alun Blitar mengulang sejarahnya lagi? Menunjukkan betapa kita tidak siap berbagi ruang dengan sesama makhluk ciptaan-Nya?<\/p>\n<h2>Belajar dari Kota Besar di Dunia<\/h2>\n<p>Di hampir setiap alun-alun kota besar dunia, burung justru menjadi pelengkap cerita. Coba lihat <a href=\"https:\/\/share.google\/ObI5WRNWTxqYwOftR\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Piazza San Marco<\/a> di Venezia atau <a href=\"http:\/\/google.com\/maps\/place\/Placa+de+Catalunya\/data=!4m2!3m1!1s0x12a4a2f1602b4819:0x1eecc2af1c60d64b?sa=X&amp;ved=1t:155783&amp;ictx=111\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Placa de Catalunya<\/a> di Barcelona yang dipenuhi ribuan merpati yang akan membuat foto mesra kalian dengan kekasih berasa kayak film telenovela.<\/p>\n<p>Kuntul sendiri bukan <em>sekadar burung<\/em> tanpa makna. Mereka adalah indikator udara bersih. Mereka juga bagian dari rantai makanan alami yang membantu mengendalikan populasi hama dan menjaga keseimbangan ekosistem kota. Kehadiran mereka menandakan masih ada ruang hijau yang berfungsi di tengah kota.<\/p>\n<h2>Problem Kotoran Kuntul<\/h2>\n<p>Ya, <em>telek<\/em> kuntul memang mengganggu \u2026 kalau tidak dikelola dengan baik.<\/p>\n<p>Alih-alih ngajak mereka bedol desa, bukankah ada cara yang lebih praktis? Misalnya, tingkatkan intensitas petugas kebersihan atau sediakan mesin pembersih otomatis seperti street sweeper vacuum.<\/p>\n<p>APBD kota? <em>Turah!<\/em> Bisa banget harusnya menutup itu.<\/p>\n<p>Mau lebih dramatis dan berdampak jangka panjang?<\/p>\n<p>Mudah sekali. Tiap minggu siswa sekolah bergiliran kerja bakti untuk alun-alun. Temanya bukan sekadar bersih-bersih, tapi <em>memelihara ekosistem<\/em>. Tambahkan tajuk <em>Menjaga Identitas<\/em> kalau mau lebih viral lagi.<\/p>\n<p>Karena jika anak-anak kita belajar merawat burung dan pohon sejak dini, sesungguhnya mereka sedang menulis bab baru tentang kota yang ramah alam.<\/p>\n<p><strong>[]<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menanggapi sambatan telek blekok di alun-alun Blitar dari beberapa netizen manis nan higienis di sosmed, Pemkot pun gercep mulai melaksanakan proyek bedol desa burung kuntul. Katanya, satwa ini akan dipindahkan ke tempat yang lebih ramah di semacam ecopark gitu. Oke, kita lihat saja nanti, beneran mereka akan bisa digiring dengan ceria apa enggak. Pernah Terjadi di Alun-Alun Blitar Obsesi mengusir kuntul ini bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, Beringin Kurung yang jadi ikon alun-alun dipangkas. Katanya, supaya nggak makin banyak kuntul bersarang di situ. Celakanya, pohon jenis beringin ini punya karakteristik biologis yang unik. Akar gantung dan cabang besarnya menyimpan cadangan energi. Jika dipotong sembarangan, sistem fotosintesis terganggu, luka terbuka jadi pintu masuk jamur dan bakteri, lalu pohon bisa ngambek dan mati. Pohon ikonik berusia ratusan tahun itu akhirnya hilang. Ya emang ditanam lagi dengan yang baru, tapi mungkin harus nunggu zamannya Jan Ethes bisa nyapres baru kita bisa menyaksikan beringin tersebut tumbuh besar dan rindang seperti idealnya. Mundur seratus tahun ke belakang, alun-alun ini juga jadi saksi punahnya harimau Jawa. Demi menghibur para ningrat, harimau dari segala penjuru Jawa ditangkap, lalu dijadikan tontonan dalam arena gladiator yang dikenal dengan nama Rampogan Macan. Apa pun hasilnya harimau pasti terbantai. Kalau nggak karena dibunuh gladiator, ya mereka akan ditombak ramai-ramai oleh rakyat yang nonton hiburan. Ironisnya, yang menghentikan tradisi berdarah itu justru pemerintah Belanda pada saat itu. Kembali ke laptop: akankah Alun-Alun Blitar mengulang sejarahnya lagi? Menunjukkan betapa kita tidak siap berbagi ruang dengan sesama makhluk ciptaan-Nya? Belajar dari Kota Besar di Dunia Di hampir setiap alun-alun kota besar dunia, burung justru menjadi pelengkap cerita. Coba lihat Piazza San Marco di Venezia atau Placa de Catalunya di Barcelona yang dipenuhi ribuan merpati yang akan membuat foto mesra kalian dengan kekasih berasa kayak film telenovela. Kuntul sendiri bukan sekadar burung tanpa makna. Mereka adalah indikator udara bersih. Mereka juga bagian dari rantai makanan alami yang membantu mengendalikan populasi hama dan menjaga keseimbangan ekosistem kota. Kehadiran mereka menandakan masih ada ruang hijau yang berfungsi di tengah kota. Problem Kotoran Kuntul Ya, telek kuntul memang mengganggu \u2026 kalau tidak dikelola dengan baik. Alih-alih ngajak mereka bedol desa, bukankah ada cara yang lebih praktis? Misalnya, tingkatkan intensitas petugas kebersihan atau sediakan mesin pembersih otomatis seperti street sweeper vacuum. APBD kota? Turah! Bisa banget harusnya menutup itu. Mau lebih dramatis dan berdampak jangka panjang? Mudah sekali. Tiap minggu siswa sekolah bergiliran kerja bakti untuk alun-alun. Temanya bukan sekadar bersih-bersih, tapi memelihara ekosistem. Tambahkan tajuk Menjaga Identitas kalau mau lebih viral lagi. Karena jika anak-anak kita belajar merawat burung dan pohon sejak dini, sesungguhnya mereka sedang menulis bab baru tentang kota yang ramah alam. []<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":6508,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[310,1478,519,1479,268,1482,1481,1480,261,260,953,740],"class_list":["post-6507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-meneer-notes","tag-alam","tag-alun-alun","tag-atau","tag-blekok","tag-blitar","tag-kebanggaan","tag-ketidakramahan","tag-kuntul","tag-meneer","tag-notes","tag-simbol","tag-terhadap"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6507"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6509,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6507\/revisions\/6509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}