{"id":6524,"date":"2026-06-26T21:03:34","date_gmt":"2026-06-26T14:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dekaranganjar.com\/?p=6524"},"modified":"2026-06-26T21:07:59","modified_gmt":"2026-06-26T14:07:59","slug":"5-tokoh-bersejarah-dari-blitar-yang-jarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/5-tokoh-bersejarah-dari-blitar-yang-jarang\/","title":{"rendered":"5 Tokoh Bersejarah dari Blitar yang Jarang Dibicarakan"},"content":{"rendered":"<p>Ketika membahas tokoh bersejarah dari  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a>, nama Bung Karno hampir selalu menjadi yang pertama disebut. Hal tersebut wajar mengingat presiden pertama Republik Indonesia itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> hingga kota ini dikenal sebagai Bumi Bung Karno. Namun, sejarah  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> tidak hanya ditulis oleh satu tokoh. Ada banyak sosok lain yang berasal dari daerah ini dan memberikan kontribusi penting bagi Indonesia, bahkan dunia.<\/p>\n<p>Berikut lima tokoh bersejarah dari  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas.<\/p>\n<h3>1. Sukarni, Tokoh Pemuda di Balik Proklamasi<\/h3>\n<div id=\"attachment_6525\" style=\"width: 160px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-6525\" class=\"wp-image-6525 size-thumbnail\" src=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Sukarni_Kartodiwirjo_Konstituante_Murba-150x150.jpg\" alt=\"tokoh bersejarah blitar\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Sukarni_Kartodiwirjo_Konstituante_Murba-150x150.jpg 150w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Sukarni_Kartodiwirjo_Konstituante_Murba-300x300.jpg 300w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Sukarni_Kartodiwirjo_Konstituante_Murba-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\"><p id=\"caption-attachment-6525\" class=\"wp-caption-text\">Sukarni\/wikimedia<\/p><\/div>\n<p>Nama Sukarni mungkin tidak sepopuler Bung Karno atau Mohammad Hatta, tetapi perannya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sangat penting. Sukarni lahir di Sumberdiren, Garum,  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> pada tahun 1916 dan dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.suara.com\/news\/2024\/07\/30\/201218\/profil-dan-perjuangan-sukarni-salah-satu-tokoh-krusial-jelang-proklamasi-kemerdekaan-17-agustus-1945\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sukarni<\/a> adalah salah satu tokoh krusial jelang kemerdekaan Indonesia. Dia merupakan bagian dari kelompok pemuda yang mendesak agar Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Jepang. Ia juga menjadi salah satu tokoh yang mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Kontribusinya membuat Sukarni kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Meski demikian, namanya sering kali tenggelam di balik nama-nama besar yang lebih sering muncul dalam buku sejarah.<\/p>\n<h3>2. Mbah Moedjair, Penemu yang Namanya Menjadi Nama Ikan<\/h3>\n<div id=\"attachment_6526\" style=\"width: 160px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-6526\" class=\"wp-image-6526 size-thumbnail\" src=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Moedjair-150x150.jpg\" alt=\"Mbah Moedjair\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Moedjair-150x150.jpg 150w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Moedjair-300x300.jpg 300w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Moedjair-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\"><p id=\"caption-attachment-6526\" class=\"wp-caption-text\">Mbah Moedjair\/wikimedia<\/p><\/div>\n<p>Mungkin tidak banyak masyarakat yang menyadari bahwa nama ikan mujair berasal dari nama seseorang. Sosok itu adalah <a href=\"https:\/\/www.historia.id\/article\/awal-mula-ikan-mujair-vjd2b\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mbah Moedjair<\/a>, seorang warga  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> yang dikenal berhasil mengembangkan budidaya ikan mujair di Indonesia.<\/p>\n<p>Kisah Mbah Moedjair bermula ketika ia menemukan ikan tilapia yang mampu beradaptasi di perairan tawar. Melalui berbagai percobaan, ikan tersebut berhasil dibudidayakan dan kemudian menyebar ke berbagai daerah. Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, nama \u201cmujair\u201d digunakan untuk menyebut ikan yang dikembangkannya.<\/p>\n<p>Hingga kini, nama Mbah Moedjair masih dikenang sebagai salah satu tokoh yang berjasa dalam dunia perikanan Indonesia. Kontribusinya menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu lahir dari medan perjuangan, tetapi juga dari penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<h3>3. Supriyadi, Pemimpin Pemberontakan PETA  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a><\/h3>\n<p>Nama Supriyadi sangat erat dengan peristiwa <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/5-fakta-pemberontakan-peta-blitar-tahun-1945\/\">PETA Blitar<\/a> pada 14 Februari 1945. Sebagai komandan peleton PETA, ia memimpin perlawanan terhadap tentara Jepang beberapa bulan sebelum Indonesia merdeka.<\/p>\n<p>Keberanian Supriyadi menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Namun, yang membuat kisahnya semakin menarik adalah misteri yang menyelimuti akhir hidupnya. Setelah pemberontakan PETA gagal, Supriyadi menghilang dan nasibnya tidak pernah diketahui secara pasti hingga sekarang.<\/p>\n<p>Meski demikian, jasa-jasanya tetap dikenang. Namanya diabadikan sebagai nama jalan, monumen, dan berbagai fasilitas publik di Indonesia.<\/p>\n<h3>4. Wiweko Soepono, Pelopor Penerbangan Indonesia<\/h3>\n<p>Tidak banyak orang mengetahui bahwa salah satu tokoh penting dalam dunia penerbangan Indonesia lahir di  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a>. <a href=\"https:\/\/visit.blitarkota.go.id\/tokoh\/detail\/wiweko-soepono\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wiweko Soepono<\/a> lahir di  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> pada tahun 1923 dan kemudian dikenal sebagai pelopor penerbangan nasional.<\/p>\n<p>Kariernya mencakup dunia militer dan sipil. Ia pernah berperan dalam pengembangan Angkatan Udara Indonesia serta memimpin Garuda Indonesia pada periode 1968\u20131984. Salah satu gagasan yang membuat namanya dikenal di dunia aviasi adalah konsep kokpit dua awak pada pesawat berbadan lebar yang kemudian banyak diterapkan dalam industri penerbangan modern.<\/p>\n<p>Kontribusi Wiweko menunjukkan bahwa putra daerah dari  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> juga berperan dalam perkembangan teknologi dan transportasi udara Indonesia.<\/p>\n<h3>5. Anthony Fokker, Pelopor Industri Pesawat Terbang Dunia<\/h3>\n<div id=\"attachment_6529\" style=\"width: 160px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-6529\" class=\"wp-image-6529 size-thumbnail\" src=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1280px-Anthony_Fokker_1912-150x150.jpg\" alt=\"Fokker\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1280px-Anthony_Fokker_1912-150x150.jpg 150w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1280px-Anthony_Fokker_1912-300x300.jpg 300w, https:\/\/dekaranganjar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1280px-Anthony_Fokker_1912-100x100.jpg 100w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\"><p id=\"caption-attachment-6529\" class=\"wp-caption-text\">Anthony Fokker\/wikimedia<\/p><\/div>\n<p>Nama <a href=\"https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/13903920\/anthony-fokker-pembuat-pesawat-andalan-pd-i-yang-lahir-di-blitar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anthony Fokker<\/a> mungkin lebih dikenal di kalangan penggemar sejarah penerbangan. Ia lahir di  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> pada tahun 1890 ketika wilayah Indonesia masih menjadi bagian dari Hindia Belanda. Ayahnya merupakan pemilik perkebunan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/kopi\/\"  class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5844\" data-postid=\"6524\"  title=\"Kopi Robusta\"   target=\"_blank\" >coffee<\/a> yang bekerja di wilayah  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a>.<\/p>\n<p>Fokker kemudian tumbuh menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah penerbangan dunia. Ia mendirikan perusahaan pesawat Fokker yang pada masanya menjadi salah satu produsen pesawat paling berpengaruh. Nama Fokker bahkan pernah sangat dikenal di Indonesia melalui berbagai maskapai yang menggunakan pesawat buatannya.<\/p>\n<p>Meskipun perjalanan hidupnya lebih banyak berlangsung di Eropa dan Amerika, fakta bahwa ia lahir di  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> menjadi bagian menarik dari sejarah daerah ini.<\/p>\n<h2>Tokoh Bersejarah di  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a><\/h2>\n<p> <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> memang identik dengan Bung Karno, tetapi sejarah daerah ini jauh lebih kaya daripada yang sering dibayangkan. Dari pejuang kemerdekaan seperti Sukarni dan Supriyadi, inovator perikanan seperti Mbah Moedjair, hingga pelopor penerbangan seperti Wiweko Soepono dan Anthony Fokker, semuanya menunjukkan bahwa  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a> telah melahirkan banyak tokoh yang memberikan kontribusi penting di bidangnya masing-masing.<\/p>\n<p>Bahkan, jika ditelusuri lebih jauh, ada tokoh bersejarah lainnya yang juga memiliki kaitan erat dengan  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a>. Salah satunya adalah Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit yang didarmakan di Candi Simping,  <a href=\"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/go\/blitar\/\" class=\"lar_link lar_link_outgoing\" data-linkid=\"5875\" data-postid=\"6524\" title=\"Kopi Asli Blitar\" rel=\"nofollow\" target=\"_blank\">Blitar<\/a>.<\/p>\n<p><strong>[]<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika membahas tokoh bersejarah dari Blitar, nama Bung Karno hampir selalu menjadi yang pertama disebut. Hal tersebut wajar mengingat presiden pertama Republik Indonesia itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan Blitar hingga kota ini dikenal sebagai Bumi Bung Karno. Namun, sejarah Blitar tidak hanya ditulis oleh satu tokoh. Ada banyak sosok lain yang berasal dari daerah ini dan memberikan kontribusi penting bagi Indonesia, bahkan dunia. Berikut lima tokoh bersejarah dari Blitar yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas. 1. Sukarni, Tokoh Pemuda di Balik Proklamasi Nama Sukarni mungkin tidak sepopuler Bung Karno atau Mohammad Hatta, tetapi perannya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sangat penting. Sukarni lahir di Sumberdiren, Garum, Blitar pada tahun 1916 dan dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sukarni adalah salah satu tokoh krusial jelang kemerdekaan Indonesia. Dia merupakan bagian dari kelompok pemuda yang mendesak agar Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan tanpa menunggu persetujuan Jepang. Ia juga menjadi salah satu tokoh yang mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Kontribusinya membuat Sukarni kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Meski demikian, namanya sering kali tenggelam di balik nama-nama besar yang lebih sering muncul dalam buku sejarah. 2. Mbah Moedjair, Penemu yang Namanya Menjadi Nama Ikan Mungkin tidak banyak masyarakat yang menyadari bahwa nama ikan mujair berasal dari nama seseorang. Sosok itu adalah Mbah Moedjair, seorang warga Blitar yang dikenal berhasil mengembangkan budidaya ikan mujair di Indonesia. Kisah Mbah Moedjair bermula ketika ia menemukan ikan tilapia yang mampu beradaptasi di perairan tawar. Melalui berbagai percobaan, ikan tersebut berhasil dibudidayakan dan kemudian menyebar ke berbagai daerah. Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, nama \u201cmujair\u201d digunakan untuk menyebut ikan yang dikembangkannya. Hingga kini, nama Mbah Moedjair masih dikenang sebagai salah satu tokoh yang berjasa dalam dunia perikanan Indonesia. Kontribusinya menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu lahir dari medan perjuangan, tetapi juga dari penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. 3. Supriyadi, Pemimpin Pemberontakan PETA Blitar Nama Supriyadi sangat erat dengan peristiwa PETA Blitar pada 14 Februari 1945. Sebagai komandan peleton PETA, ia memimpin perlawanan terhadap tentara Jepang beberapa bulan sebelum Indonesia merdeka. Keberanian Supriyadi menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Namun, yang membuat kisahnya semakin menarik adalah misteri yang menyelimuti akhir hidupnya. Setelah pemberontakan PETA gagal, Supriyadi menghilang dan nasibnya tidak pernah diketahui secara pasti hingga sekarang. Meski demikian, jasa-jasanya tetap dikenang. Namanya diabadikan sebagai nama jalan, monumen, dan berbagai fasilitas publik di Indonesia. 4. Wiweko Soepono, Pelopor Penerbangan Indonesia Tidak banyak orang mengetahui bahwa salah satu tokoh penting dalam dunia penerbangan Indonesia lahir di Blitar. Wiweko Soepono lahir di Blitar pada tahun 1923 dan kemudian dikenal sebagai pelopor penerbangan nasional. Kariernya mencakup dunia militer dan sipil. Ia pernah berperan dalam pengembangan Angkatan Udara Indonesia serta memimpin Garuda Indonesia pada periode 1968\u20131984. Salah satu gagasan yang membuat namanya dikenal di dunia aviasi adalah konsep kokpit dua awak pada pesawat berbadan lebar yang kemudian banyak diterapkan dalam industri penerbangan modern. Kontribusi Wiweko menunjukkan bahwa putra daerah dari Blitar juga berperan dalam perkembangan teknologi dan transportasi udara Indonesia. 5. Anthony Fokker, Pelopor Industri Pesawat Terbang Dunia Nama Anthony Fokker mungkin lebih dikenal di kalangan penggemar sejarah penerbangan. Ia lahir di Blitar pada tahun 1890 ketika wilayah Indonesia masih menjadi bagian dari Hindia Belanda. Ayahnya merupakan pemilik perkebunan kopi yang bekerja di wilayah Blitar. Fokker kemudian tumbuh menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah penerbangan dunia. Ia mendirikan perusahaan pesawat Fokker yang pada masanya menjadi salah satu produsen pesawat paling berpengaruh. Nama Fokker bahkan pernah sangat dikenal di Indonesia melalui berbagai maskapai yang menggunakan pesawat buatannya. Meskipun perjalanan hidupnya lebih banyak berlangsung di Eropa dan Amerika, fakta bahwa ia lahir di Blitar menjadi bagian menarik dari sejarah daerah ini. Tokoh Bersejarah di Blitar Blitar memang identik dengan Bung Karno, tetapi sejarah daerah ini jauh lebih kaya daripada yang sering dibayangkan. Dari pejuang kemerdekaan seperti Sukarni dan Supriyadi, inovator perikanan seperti Mbah Moedjair, hingga pelopor penerbangan seperti Wiweko Soepono dan Anthony Fokker, semuanya menunjukkan bahwa Blitar telah melahirkan banyak tokoh yang memberikan kontribusi penting di bidangnya masing-masing. Bahkan, jika ditelusuri lebih jauh, ada tokoh bersejarah lainnya yang juga memiliki kaitan erat dengan Blitar. Salah satunya adalah Raden Wijaya, pendiri kerajaan Majapahit yang didarmakan di Candi Simping, Blitar. []<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":6525,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[199],"tags":[322,268,429,1491,613,1044,263,312],"class_list":["post-6524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wisata","tag-bersejarah","tag-blitar","tag-dari","tag-dibicarakan","tag-jarang","tag-tokoh","tag-wisata","tag-yang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6524"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6532,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6524\/revisions\/6532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dekaranganjar.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}