Blitar, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia, memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Salah satu aspek penting dari sejarah Blitar adalah kedatangan kolonial Belanda. Pada sekitar tahun 1723, Blitar jatuh ke tangan penjajah Belanda di bawah kepemimpinan Adipati Ariyo Blitar III dan Kerajaan Kartasura Hadiningrat pimpinan Raja Amangkurat. Kedatangan kolonial ini membawa perubahan besar dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi di Blitar, termasuk pembangunan berbagai bangunan bersejarah yang masih dapat kita kunjungi hari ini. Berikut 5 bangunan bersejarah di Blitar yang sudah ada sejak masa kolonial:
- Perkebunan Kopi De Karanganjar Koffieplantage
Perkebunan kopi ini adalah yang tertua di Blitar dan telah menjadi tujuan wisata serta tempat yang nyaman dan indah untuk menikmati kopi. Perkebunan kopi yang berlokasi di Desa Modangan, Nglegok, Blitar ini didirikan pada tahun 1874, 71 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia, dan dikelola oleh Belanda yang saat itu menjajah negara ini. Pada tahun 1957, 12 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno mengubah aset yang dikelola oleh orang asing menjadi aset negara. Pengelolaan perkebunan kopi ini diserahkan kepada PT Harta Mulia, yang didirikan oleh Denny Roeshadi dan kini telah diwariskan turun-temurun hingga generasi ke-3.
Â
- Istana Gebang
Istana ini adalah rumah kediaman mantan Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur. Bangunan berarsitektur indhies-kolonial ini dikenal masyarakat sekitar dengan nama Ndalem Gebang dan berada di Jalan Sultan Agung Blitar, sekitar 2 kilometer dari Makam Bung Karno. Istana Gebang ini dibangun pada tahun 1884. Rumah ini ditempati oleh keluarga Bung Karno mulai tahun 1917 dan dibeli dari CH. Portier, seorang pegawai kereta api Belanda di Blitar. Beberapa sumber lisan juga menyatakan bahwa rumah ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar pada tahun 1884.
Â
- Alun-Alun Blitar
Alun-alun kota Blitar merupakan pusat pemerintahan dan kebudayaan di kota Blitar. Tempat ini memiliki luas sekitar 2 hektar dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah, seperti Masjid Agung Blitar dan Pendopo Agung Blitar. Alun-alun ini dibangun sekitar tahun 1875. Dalam perkembangannya, kondisi fisik Alun-Alun Blitar telah berubah, hal itu dapat dilihat dari tidak adanya pohon beringin kembar yang menjadi simbol alun-alun kota, serta jalan aspal yang dibangun di area alun-alun kota dan berbagai jenis tanaman yang mengelilingi alun-alun kota.
Â
- Hotel Tugu Sri Lestari
Hotel ini berlokasi di Jalan Merdeka No. 173, Blitar. Hotel ini merupakan hotel bintang tiga yang terletak di pusat kota Blitar, dekat dengan Stasiun Kereta Api Kota Blitar dan Alun-Alun Kota Blitar. Hotel ini dibangun sejak tahun 1800-an. Hotel ini menawarkan dekorasi Jawa, Wi-Fi gratis, dan restoran. Kamar ber-AC di Hotel Tugu dilengkapi dengan minibar dan pengering rambut. Koran harian dan sandal disediakan. Tamu dapat menikmati layanan pijat di kamar atau memesan tur harian di meja tur. Fasilitas lainnya termasuk mesin ATM di tempat dan layanan laundry. Teh sore gratis dan pilihan camilan tradisional disajikan di Waroeng Tugu Blitar Cafe. Colony Restaurant menyajikan pilihan masakan Indonesia, Cina, dan Eropa.
Â
- Taman Kebon Rojo Blitar
Taman ini berlokasi di Jalan Diponegoro No. 12, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Taman ini memiliki keindahan alam dengan pohon menjulang tinggi yang rindang serta banyak tanaman menghiasi sekitar. Taman ini sudah ada sejak tahun 1890. Taman ini adalah salah satu taman kota yang dikelola dengan baik di Blitar. Sangat cocok untuk anak-anak dan keluarga karena menyediakan banyak fasilitas bermain untuk anak-anak. Selain itu, taman ini juga memberikan edukasi tentang berbagai hewan dan lingkungan. Dengan suasana yang sejuk dan fasilitas yang menarik yang disediakan, tidak heran jika ruang terbuka hijau ini ramai dikunjungi pengunjung, bahkan dari luar kota Blitar.
Seluruh bangunan tersebut memiliki kaitan dengan era kolonial Belanda, baik dari segi arsitektur, fungsi, maupun sejarah pembangunannya. Semuanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota Blitar dan pengaruh kolonial Belanda di Indonesia.
Nikmati juga perjalanan waktu di Rumah Lodji, De Karanganjar Koffieplantage. Dengan peninggalan bersejarah dari era kolonial yang masih terawat dengan baik, rumah ini membuka pintu ke masa lalu yang memukau. Di dalamnya, Anda akan menemukan berbagai benda bersejarah dan sebuah kamar spesial yang pernah menjadi tempat peristirahatan Bung Karno.
Jelajahi setiap sudutnya, merasakan atmosfer yang kental dengan sejarah, dan temukan kisah-kisah yang belum pernah Anda dengar sebelumnya. Rumah Lodji, tempat di mana sejarah tidak hanya diceritakan, tetapi juga dirasakan.
Oleh : Dwi Rahayu