Selain Kota Patria, Bumi Bung Karno merupakan salah satu julukan yang paling melekat pada Blitar. Julukan ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat Jawa Timur, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Ternyata, julukan tersebut bukan sekadar karena keberadaan makam Bung Karno di Blitar. Ada sejumlah alasan historis yang membuat hubungan antara Bung Karno dan Blitar begitu kuat hingga terus dikenang dari generasi ke generasi. Berikut ini tiga alasan mengapa Blitar disebut juga Bumi Bung Karno.
1. Bung Karno Memiliki Ikatan Keluarga dengan Blitar
Salah satu alasan utama Blitar dijuluki Bumi Bung Karno adalah karena kota ini memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan keluarga sang Proklamator. Ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, pernah bertugas sebagai guru di Blitar. Karena itulah keluarga Bung Karno memiliki keterkaitan yang kuat dengan kota ini.
Jejak hubungan tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang melalui Istana Gebang. Rumah yang berada di kawasan pusat Kota Blitar ini pernah menjadi tempat tinggal keluarga Bung Karno. Kini, rumah tersebut difungsikan sebagai museum sejarah.
Keberadaan Istana Gebang menjadi pengingat bahwa hubungan presiden pertama Republik Indonesia tersebut dengan Blitar tidak hanya berkaitan dengan sejarah nasional, tetapi juga sejarah keluarganya. Dari sinilah salah satu fondasi julukan Bumi Bung Karno terbentuk.
2. Bung Karno Dimakamkan di Blitar
Alasan kedua yang membuat julukan Bumi Bung Karno begitu kuat adalah karena Blitar menjadi tempat peristirahatan terakhir sang Putra Fajar. Setelah wafat pada 21 Juni 1970, Bung Karno dimakamkan di Kota Blitar sesuai keputusan pemerintah saat itu.
Sejak saat itu, Kompleks Makam Bung Karno berkembang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan religi yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Setiap tahun, ribuan peziarah, pelajar, peneliti, hingga wisatawan datang untuk berziarah sekaligus mempelajari sejarah perjuangan Bung Karno.
Kawasan makam tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga menjadi ruang edukasi sejarah. Arsitektur yang mengadopsi unsur budaya Jawa serta berbagai fasilitas pendukung seperti keberadaan perpustakaan dan museum Bung Karno serta pasar kerajinan lokal membuat lokasi ini menjadi salah satu ikon utama Kota Blitar.
Bagi banyak masyarakat Indonesia, nama Blitar dan makam Bung Karno bahkan sudah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan. Tidak mengherankan jika keberadaan makam tersebut menjadi alasan paling dikenal di balik julukan Bumi Bung Karno.

Patung Bung Karno di Kompleks Perpustakaan dan Museum Bung Karno Blitar/infoblitar
3. Jejak Bung Karno Tersebar di Berbagai Sudut Blitar
Julukan Bumi Bung Karno juga semakin kuat karena jejak sang founding father dapat ditemukan di berbagai sudut Blitar. Selain Istana Gebang dan kompleks makam, terdapat Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang menyimpan berbagai arsip, buku, foto, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kehidupan dan pemikirannya.
Di sejumlah titik kota dan kabupaten, pengunjung juga dapat menemukan patung serta monumen yang didedikasikan untuk mengenang Bung Karno. Kehadiran berbagai simbol tersebut menunjukkan bahwa sosok Bung Karno masih memiliki tempat istimewa dalam ingatan masyarakat Blitar.
Jejak tersebut bahkan dapat ditemukan di destinasi wisata heritage seperti De Karanganjar. Di salah satu kamar dalam Museum Rumah Lodji yang terdapat di De Karanganjar Koffieplantage terdapat jejak-jejak Bung Karno. Diceritakan bahwa ketika menjabat sebagai presiden, Bun Karno pernah singgah dan beristirahat di kamar tersebut untuk beberapa saat.
Keberadaan berbagai situs tersebut membuat wisatawan dapat menelusuri kisah Bung Karno dari berbagai sudut pandang, mulai dari kehidupan keluarga, perjuangan, pemikiran, hingga warisan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini.
Blitar Bumi Bung Karno
Julukan Bumi Bung Karno pada akhirnya lahir dari hubungan yang panjang antara presiden pertama Republik Indonesia tersebut dan Blitar. Ikatan keluarga, keberadaan makam, serta berbagai situs sejarah yang tersebar di kota dan kabupaten menjadikan Blitar sebagai salah satu daerah yang paling erat kaitannya dengan Bung Karno. Melalui berbagai jejak yang masih dapat dikunjungi hingga sekarang, masyarakat tidak hanya mengenang sosok sang founding father, tetapi juga mempelajari nilai-nilai perjuangan dan pemikiran yang diwariskannya kepada bangsa.
[]






