Gak cuma buat yang hobi ngegas motor trail atau hunting tempat hits aja, Coban Lawean di Gandusari ini juga surga buat kamu yang doyan explore alam.
Spot hits tersembunyi di lereng Gunung Kawi yang kudu masuk wishllist kamu!
Asal-Usul dan Sejarah Coban Lawean
Coban Lawean, atau kadang disebut Coban Lawean Kawisari, terletak di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Lokasinya berada di lereng Gunung Kawi, tepat di perbatasan antara Blitar dan Malang.
Air terjun ini punya ketinggian sekitar 50 meter dan uniknya airnya keluar dari tiga sumber berbeda yang menyatu jadi satu tampilan super keren.
Bayangin deh, tiga air terjun kecil yang nge-blend jadi satu, bikin vibe air terjunnya makin keren!
Selain keindahan alamnya, Coban Lawean ini juga punya cerita mistis karena di bawahnya ada situs bersejarah yang dihormati masyarakat sekitar, yaitu Situs Kiyai Ageng Sampar Angin.
So, tempat ini nggak cuma buat refreshing, tapi juga punya sisi budaya dan spiritual yang dalam banget.
Yang bikin Coban Lawean beda dari air terjun lain adalah suasana hutannya yang masih asli dan segar banget.
Dari jauh lo bisa denger suara gemericik air sambil ditemani kicauan burung dan hembusan angin sejuk yang bener-bener bikin rileks.
Airnya jernih banget dan dingin, cocok buat yang pengen nyegerin badan meski cuma ngeliatin dari kejauhan.
Lokasi yang mudah banget bikin spot foto estetik, apalagi kalau pas ada pelangi kecil yang muncul karena sorot matahari yang nembus air jatuhnya.
Pokoknya Instagramable banget deh buat feed lo!
Perjalanan dan Akses ke Coban Lawean
Untuk sampai ke sini, perjalanan yang ditempuh lumayan menantang dan penuh petualangan.
Dari pusat Gandusari, lo bakal melewati jalan berbatu yang agak menanjak, cocok banget deh buat yang suka offroad.
Kalau pakai motor trail atau motor offroad, perjalanan bakal semakin seru.
Waktu tempuh sekitar 5 km dari desa terdekat, dengan sebagian jalan harus ditempuh jalan kaki.
Tapi jangan khawatir, sepanjang jalan lo bakal disuguhin pemandangan kebun teh dan coffee yang hijau, bikin perjalanan makin adem dan Instagrammable.
Walau aksesnya sedikit menantang dan minim fasilitas, justru itu yang bikin Coban Lawean tetap original dan asri, jauh dari keramaian dan komersialisasi.
Di sini lo nggak bakal nemu pedagang makan atau fasilitas modern, cuma murni alam dan ketenangan.
Masyarakat sekitar sangat menjaga kelestarian tempat ini, termasuk larangan mandi di air terjun supaya air tetap bersih dan alami.
Jadi kalau lo mau ke sini, siapin fisik dan mental buat pengalaman wisata ala petualang sejati!
Selain Coban Lawean yang menawan dengan keasrian air terjunnya, lereng Gunung Kelud juga menyimpan sebuah hidden gem lain yang tak kalah menarik, yaitu De Karanganjar Koffieplantage.
Perkebunan coffee legendaris yang telah berdiri sejak 1874 ini bukan hanya menyuguhkan panorama hijau yang menyejukkan mata, tetapi juga membawa pengunjung menyusuri jejak sejarah kolonial Belanda yang kental sekaligus menikmati cita rasa coffee autentik khas lereng gunung.






