Berbicara tentang ngopi, pasti tidak terlepas dari istilah ‘tongkrongan’, ‘diskusi’, atau hanya sekedar ‘menikmati’ secangkir minuman coffee. Di kalangan anak muda, tren ngopi menjadi salah satu alat aktualisasi diri agar dapat disebut kekinian. Namun, kegiatan ngopi saat ini juga menjadi sarana untuk menjelajahi budaya dan koneksi sosial.
Coffee bukan merupakan tanaman asli Indonesia, melainkan salah satu tanaman yang dibawa Belanda saat datang di Indonesia pada akhir Abad 16. Coffee Arabika menjadi jenis coffee pertama yang dibudidayakan oleh Belanda di sekitar Batavia (Jakarta), sampai ke daerah Sukabumi dan Bogor dan berkembang hingga sekarang.
Hal menarik yang membuat coffee memiliki banyak peminat terletak pada nilai budaya dari kegiatan minum coffee yang disesuaikan dengan ciri khas masyarakat Indonesia yang bersifat kasual dan sosial. Selain itu, development coffee di Indonesia juga dipengaruhi oleh budaya Eropa, Cina, Melayu, dan budaya lokal (seperti Jawa, Medan, dan lain-lain); baik dalam hal pengolahan maupun dalam penyajian.
Lebih dari sekedar menikmati minuman, ngopi telah menjadi ritual sosial, sarana relaksasi, sekaligus juga menjadi simbol identitas budaya. Coffee culture juga dapat mengandung nilai-nilai budaya dan warisan lokal. Misalnya, dalam beberapa budaya, coffee dihidangkan bersama dengan makanan tradisional atau ada ritual khusus yang terkait dengan minum coffee.
Budaya tersebut kemudian berbaur menjadi satu dalam rutinitas sosial di tempat ngopi yang menawarkan lingkungan yang nyaman untuk menghabiskan waktu. Tidak jarang, beberapa tempat ngopi juga memiliki desain interior yang unik dengan furniture yang nyaman dan suasana yang hangat. Selain itu, tempat ngopi juga dapat menjadi tempat bagi komunitas coffee lokal, pertunjukan musik, pameran seni, atau pelatihan tentang coffee.
Sehingga, di mana pun tempatnya baik di kedai coffee, angkringan, ruang masyarakat, atau kafe, keseluruhan tempat ngopi tersebut memainkan peran penting dalam memberikan pengalaman ngopi yang lebih dari sekedar minuman, tetapi juga melibatkan aspek sosial, budaya, dan estetika.
Seiring perubahan zaman, budaya ngopi terus berkembang dan mengadaptasi inovasi baru. Nikmati pengalaman unik melalui seduhan berbagai varian coffee pilihan hasil inovasi di OG Caffe De Karanganjar Koffieplantage. Tempat di mana cita rasa coffee berkualitas dan keramahan bertemu. Jadikan setiap tegukan coffee di OG Caffe De Karanganjar Koffieplantage sebagai momen istimewa sambil merasakan lingkungan yang nyaman.
Referensi:
Gumulya, D., & Helmi, I. S. (2017). Kajian budaya minum coffee indonesia. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain, 13(2), 153-172.