Jangan kira konser keroncong itu kuno dan membosankan!
Pertunjukkan keroncong Svaranusa 2025 yang diselenggarakan oleh Kementrian Kebudayaan di Blitar membuktikan kalau musik tradisional juga bisa hype dan asik banget.
Kali ini bukan sembarang konser, tapi festival budaya keren yang ngeblend vibe nostalgic sama energi zaman now.
Sejarah Singkat Keroncong: Dari Portugis sampai Hits di Indonesia
Keroncong itu musik warisan yang muncul sejak abad ke-16, hasil campur tangan musik Portugis yang dibawa oleh pelaut dan pedagang, lalu dipadukan dengan musik lokal Indonesia.
Mix-nya itu loh yang bikin keroncong punya ciri khas unik seperti irama lembut, alat musik yang keren seperti gitar, cuk, cak, biola, dan flute.
Musik ini nggak cuma buat hiburan santai, tapi juga pernah jadi penyemangat perjuangan kemerdekaan.
Lagu Indonesia Raya yang pertama kali direkam versi keroncong itu bukti betapa keroncong punya tempat penting di sejarah bangsa.
Puncak Acara Keroncong Svaranusa 2025
Tanggal 13 September 2025, Alun-Alun Kota Blitar berubah jadi panggung besar untuk puncak acara Keroncong Svaranusa.
Mulai jam 4 sore sampai 10 malam, suasana malam itu super hidup dan penuh warna.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir langsung dan sempat ziarah ke Candi Penataran serta makam Bung Karno sebagai bagian dari rangkaian acara.
Selain itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (Mas Ibin), juga memberi sambutan penuh semangat, beliau juga bilang kalau keroncong itu bukan cuma musik, tapi juga media untuk menyatukan orang-orang dengan berbagai latar belakang.
Di panggung, ada musisi top legend seperti Is Pusakata, Endah Laras, dan Silvi Kumalasari yang tampil gila-gilaan, bikin penonton dari muda sampai tua ikutan terhanyut.
Gak cuma mereka, ada juga kelompok keroncong dari berbagai daerah: Pelantun Keroncong Makassar, Irama Patria dari Blitar, sampai Gita Abadi Tulungagung, semuanya memberikan sajian musik yang fresh tapi tetep orisinil.
Selain musik, ada tari khas dari Sanggar Rara Ireng yang memadukan gerak tradisional sama kreasi modern, yang membuat acara semakin hidup.
Bazar UMKM yang dukung ekonomi kreatif lokal juga hadir, jadi pengunjung bisa sambil ngopi dan belanja produk lokal.
Penghargaan Maestro Keroncong: Apresiasi buat Para Legenda
Di malam itu juga, ada penghargaan khusus buat tiga maestro keroncong, yakni Tuti Maryati, Hj Waljinah, dan Soendari Soekotjo.
Mereka diakui sebagai penjaga setia musik keroncong yang udah ngasih inspirasi besar buat generasi muda sekarang.
Jadi festival ini bukan cuma sekedar konser musik, tapi juga pengakuan atas perjuangan pelaku seni yang udah berjuang menjaga keroncong tetap hidup.
Kata Mereka yang Hadir
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bilang, keroncong itu salah satu musik kebangsaan yang penting sekali untuk dirawat.
Beliau sangat bersemangat untuk memastikan anak muda dan semua lapisan masyarakat semakin kenal dan cinta dengan music keroncong.
Wali Kota Blitar Mas Ibin bilang, acara ini bukan cuma hiburan tapi juga menggerakkan ekonomi lokal, terutama buat UMKM, penginapan, dan transportasi.
Ia juga percaya kalau acara budaya seperti ini dapat membuat kota makin maju dan masyarakat jadi makin cinta budaya sendiri.
Nah, ngomongin musik keroncong yang asik, gak lengkap rasanya tanpa teman nongkrong coffee yang ngasih rasa khas Blitar, yaitu De Karanganjar Koffieplantage.
De Karanganjar Koffieplantage hadir sebagai coffee lokal premium dengan cita rasa unik, yang dipanen langsung dari perkebunan coffee tertua di Blitar.
Coffee ini jadi branding yang kuat buat Blitar, dan pas banget banget jadi moodboster sebelum nonton pertunjukan keroncong.






