Bayangkan sebuah toko roti yang sudah bertahan selama hampir seabad.
Dari zaman Hindia Belanda, masa pendudukan Jepang, hingga era kemerdekaan Indonesia, toko ini tetap menjadi saksi perjalanan sejarah dan budaya Blitar.
Awal Mula Sejarah Toko Orion di Blitar
Toko Roti Orion di Blitar merupakan bagian dari dinasti roti yang sudah tersebar di banyak kota di Jawa Timur dan sekitarnya, seperti Purwokerto, Solo, Kediri, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Awalnya, bisnis ini adalah usaha keluarga yang didirikan oleh pasangan Harsono dan Setjaningsih.
Mereka memulai bisnis ini pada tahun 1938 di kota Blitar setelah sebelumnya belajar dari keluarga mereka yang sudah lebih dulu membuka toko Orion di Solo sejak tahun 1932.
Pasangan Harsono dan Setjaningsih membuka toko kecil di kawasan Merdeka No.146, yang menjadi cabang dari toko Orion Kediri yang sudah beroperasi selama sepuluh tahun lebih dulu.
Awalnya, mereka menjual roti-roti dari agen pusat tersebut, sebelum akhirnya mulai mengembangkan resep dan produksi sendiri sehingga dikenal luas oleh masyarakat Blitar dan sekitarnya.
Perjalanan Melewati Tiga Era Besar
Toko Orion tetap bertahan bahkan di tengah berbagai tantangan zaman.
Pada masa kolonial Belanda, toko ini melayani kalangan menengah ke atas, khususnya tentara KNIL dan warga Belanda di Blitar.
Roti tawar dan roti semir menjadi favorit utama saat itu.
Bahkan di masa pendudukan Jepang yang penuh kendala, pabrik roti masih boleh beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi militer Jepang dan pasukan PETA, walau dengan banyak pembatasan.
Salah satu kisah menarik dari masa pendudukan Jepang adalah ketika tentara Jepang kerap memaksa mengambil roti dengan cara sepihak, sampai-sampai pemilik toko pernah diancam dengan samurai.
Namun, ada juga tokoh pahlawan seperti Shodanco Supriyadi yang melarang anak buahnya untuk menyalahgunakan toko ini, sehingga Orion tetap bisa beroperasi.
Pada era 1950-an, Toko Roti Orion memasuki masa kejayaannya.
Beragam produk roti mulai diproduksi, seperti roti goreng yang dijuluki “roti montor” karena bentuknya seperti mobil, dan “rolltaart” atau roti gulung yang memiliki banyak penggemar.
Produksi harian bisa mencapai 300-400 roti, memenuhi kebutuhan pelanggan di Blitar serta kota-kota tetangga seperti Wlingi, Kanigoro, Tulungagung, dan Srengat.
Filosofi Nama dan Warisan Keluarga
Nama “Orion” diambil dari rasi bintang Orion, salah satu rasi bintang paling mudah dikenali di langit malam, yang dalam almanak Cina disebut “Shen” yang berarti tiga, mencerminkan pertimbangan pewarisan bisnis kepada anak ketiga keluarga, Hartanto.
Hartanto adalah generasi penerus yang mulai mengelola toko ini sejak tahun 1970-an dengan latar belakang pendidikan Fakultas Ekonomi dari UNAIR.
Filosofi nama ini tidak hanya jadi identitas, tapi juga simbol harapan dan petunjuk arah bagi bisnis keluarga ini.
Perkembangan Toko Orion di Masa Kini
Kini, Toko Roti Orion tetap menjadi ikon kuliner legendaris di Blitar.
Meski sudah hampir satu abad berdiri, bisnis ini masih mempertahankan prinsip utama yang sudah diwariskan, yaitu tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan kimia berbahaya, hanya pengembang roti yang diperbolehkan secara aman.
Inilah alasan utama kenapa roti Orion tetap empuk dan legit, dinikmati oleh berbagai generasi.
Selain mempertahankan resep turun-temurun, Toko Roti Orion juga menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Lokasi toko dan pabrik sekarang lebih luas, dengan ruang produksi yang memadai serta tim karyawan yang profesional.
Produksi roti dilakukan setiap hari sejak pagi hingga siang hari, dengan standar kualitas yang sangat diperhatikan.
Roti semir dan roti tawar masih menjadi produk andalan yang dicari pelanggan setia, serta berbagai produk varian lainnya.
Layanan dan produksi juga dilengkapi pengemasan yang modern tanpa menghilangkan sentuhan tradisional yang membuat pelanggan merasa seperti kembali ke masa lalu.
Blitar tidak hanya dikenal dengan situs sejarah perjuangannya, tapi juga sebagai kota yang kaya akan warisan kuliner dan perkebunan bersejarah.
Dua nama besar yang tidak bisa dipisahkan dari kisah budaya dan ekonomi Blitar adalah Toko Orion dan De Karanganjar Koffieplantage.
Keduanya mempunyai akar sejarah yang kuat di masa kolonial Belanda dan kini menjadi bagian penting dari perkembangan wisata dan kuliner di Blitar.






