Kamu pasti sudah familiar dengan berbagai festival makanan, tapi pernahkah terpikir bahwa ada festival khusus untuk minuman tradisional yang hangat dan kaya rasa ini?
Ya, selain makanan tradisional yang selalu menarik, ternyata minuman juga punya festivalnya loh dan Wedang Rembang adalah bintang utamanya!
Apa Itu Festival Wedang Rembang?
Festival Wedang Rembang di Kota Blitar adalah sebuah perayaan budaya yang memadukan tradisi minuman rempah nusantara dengan semangat kebersamaan masyarakat lokal.
Festival ini sudah berlangsung sejak masa kolonial dan kini menjadi salah satu agenda penting di Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Pada acara Festival Wedang Rembang, puluhan UMKM dari 14 RT di kelurahan tersebut unjuk kebolehan dengan menyajikan 14 jenis wedang tradisional yang beragam, seperti wedang jahe, wedang secang, angsle, hingga wedang uwuh.
Produk-produk ini diproduksi oleh kelompok wanita tani dan pelaku usaha kecil yang berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.
Festival ini juga diselenggarakan bersamaan dengan acara tradisi bersih desa bernama Rembang Wilujengan, yang pada tahun 2025 berlangsung meriah di halaman Kantor Kelurahan Rembang.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, hadir untuk memberikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi dan mengajak masyarakat aktif bergotong royong demi kemajuan lingkungan dan sosial.
Selain suguhan wedang tradisional, festival ini menjadi ruang gotong royong antar warga dan mempererat solidaritas.
Dukungannya dari berbagai pihak dan antusiasme warga membuat Festival Wedang Rembang menjadi bukti nyata bahwa budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan di Blitar.
Secara historis, festival ini mengangkat wedang, yaitu minuman panas berasa rempah yang secara tradisional digunakan sebagai penghangat dan obat alami, sebagai ikon budaya masyarakat Jawa Timur yang berakar sejak era kolonial Belanda.
Selain kekayaan wedang tradisional, Blitar juga memiliki ikon lain dalam festival minuman, yaitu Coffee Perdamaian Karanganjar, sebuah coffee khas yang menjadi simbol persatuan dan kedamaian di komunitas setempat.
Festival Wedang Rembang di Kota Blitar bukan hanya tentang menikmati minuman tradisional, tetapi juga mengalami sejarah, budaya, dan semangat kebersamaan yang hidup di masyarakat.
Festival ini semakin memperkuat identitas lokal dan menegaskan bahwa minuman tradisional seperti wedang tetap relevan dan diminati di era modern, menjadi jembatan antara warisan nenek moyang dan dinamika zaman sekarang
Festival ini, yang sudah memasuki tahun ketiga sejak peluncurannya resmi pada 2023, terus menjadi momentum yang disambut antusias oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang penasaran.
Festival Wedang Rembang dengan dukungan berbagai pihak dan solidaritas warga ini membuktikan bahwa tradisi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman budaya yang lengkap dan menarik, sekaligus menjadi momen berharga untuk menyelami sejarah, citarasa, dan semangat kebersamaan masyarakat Blitar.
Pada setiap tegukan wedang, pengunjung tidak hanya menikmati kehangatan minuman rempah, tetapi juga merasakan jiwa gotong royong dan kecintaan pada warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.
Selain lengkap dengan ragam wedang tradisional yang memikat, Blitar juga memiliki satu ikon minuman kekinian sekaligus berbudaya yang tak kalah menarik, yakni Coffee Perdamaian Karanganjar.
Festival Coffee Perdamaian de Karanganjar yang rutin digelar di Perkebunan Coffee Karanganjar, Nglegok, Blitar, menjadi ajang penting yang menjadikan coffee sebagai simbol persatuan dan kedamaian.






