Di lereng Gunung Kelud yang sejuk dan subur, berdiri De Karanganjar Koffieplantage, salah satu kebun coffee tertua di Blitar yang telah ada sejak tahun 1874 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Kawasan ini awalnya didirikan oleh pengusaha Belanda sebagai lahan produksi coffee robusta dalam skala besar. Kini, kebun coffee ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata heritage yang menawarkan pengalaman sejarah, budaya, dan edukasi dalam satu kawasan.
Sebagai kebun coffee bersejarah, De Karanganjar mempertahankan banyak elemen asli dari masa lalu. Di sini pengunjung dapat menyusuri hamparan kebun coffee yang luas, melihat langsung pabrik lama pengolahan biji coffee, serta menikmati secangkir coffee khas De Karanganjar di kafe bergaya klasik. Bangunan loji dan taman yang masih terawat menghadirkan suasana tempo dulu yang autentik, memberikan pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
De Karanganjar dan Daya Tarik Kebun Coffee Bersejarah di Blitar
Daya tarik utama dari kebun coffee ini bukan hanya pada aspek sejarahnya, tetapi juga pada kekayaan tradisi yang masih dijaga hingga kini. Salah satu tradisi unik yang menjadi ciri khas De Karanganjar adalah COFFEE MARRIAGE, atau perkawinan biji coffee. Tradisi ini tergolong langka, bahkan sering disebut sebagai satu-satunya di dunia.
Dalam prosesi Manten Coffee, biji coffee yang dipilih sebagai coffee lanang (jantan) dan coffee wadon (betina) dipersatukan dalam sebuah upacara simbolik yang menyerupai pernikahan manusia. Upacara dimulai dengan doa dan tembang tradisional, kemudian kedua “pengantin” coffee diarak mengelilingi kebun oleh para peserta. Suasana menjadi semakin sakral dengan iringan tembang macapat dan musik tradisional Jawa.
Manten Coffee bukan sekadar atraksi wisata. Tradisi ini memiliki makna filosofis sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya masa panen raya coffee. Biasanya, upacara dilaksanakan pada bulan Juni, ketika buah coffee mulai dipetik dari pohon-pohon yang tumbuh di lereng Gunung Kelud. Para peserta mengenakan pakaian adat Jawa, sehingga suasana kebun coffee berubah menjadi pesta rakyat yang meriah sekaligus sarat makna.
Melalui tradisi Manten Coffee, kebun coffee Karanganjar tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang pelestarian budaya. Biji coffee diperlakukan bukan sekadar komoditas, melainkan simbol kesuburan, harapan, dan hubungan manusia dengan alam. Hal inilah yang menjadikan Karanganjar berbeda dibandingkan kebun coffee lainnya.

Tradisi Manten Coffee di De Karanganjar Koffieplantage
Selain tradisi Manten Coffee, De Karanganjar Koffieplantage juga dikenal sebagai pusat kegiatan budaya melalui penyelenggaraan festival tahunan bertajuk “Kopi Perdamaian De Karanganjar”. Dalam beberapa tahun terakhir, festival ini menjadi salah satu agenda budaya yang menarik perhatian tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.
Pada saat festival berlangsung, kawasan kebun coffee berubah menjadi arena perayaan budaya yang hidup. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan, melibatkan seniman dari Blitar, berbagai daerah di Indonesia, hingga dari luar negeri. Suasana ini menciptakan pertemuan lintas budaya dalam satu panggung yang harmonis.
Puncak acara festival ditandai dengan ritual penyerahan secangkir coffee perdamaian kepada seluruh peserta. Minuman sederhana ini dijadikan simbol persatuan, mengandung pesan bahwa manusia dari berbagai latar belakang dapat duduk bersama tanpa memandang perbedaan. Filosofi ini memperkuat posisi kebun coffee Karanganjar bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya.
Menariknya, sebelum pertunjukan dimulai, sering kali diadakan upacara tradisional berupa jamasan pusaka, yaitu pencucian benda-benda pusaka koleksi museum Karanganjar. Prosesi ini dilakukan oleh para empu dan sesepuh budaya sebagai simbol pembersihan diri dan penghormatan terhadap warisan leluhur Jawa. Kehadiran ritual ini menambah kedalaman nilai budaya dalam keseluruhan rangkaian acara.
Dengan latar bangunan khas Hindia Belanda dan taman luas di tengah kebun coffee, festival Kopi Perdamaian De Karanganjar menghadirkan suasana yang menyerupai pertemuan budaya internasional di sebuah perkebunan tua. Kombinasi antara sejarah, tradisi lokal, dan interaksi global menjadikan pengalaman di De Karanganjar Koffieplantage semakin kompleks dan bernilai. Secangkir coffee di sini bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang sejarah, tradisi, dan makna kebersamaan yang melintasi batas waktu dan budaya.
[]






