Bayangkan Anda sedang duduk di sebuah kedai coffee, mencium harum wangi biji coffee yang menggoda, lalu menyeruput secangkir coffee dengan rasa yang begitu berbeda baik dari sisi aroma, keasaman, maupun sensasi yang muncul di lidah.
Coffee yang Anda nikmati mungkin bukan berasal dari jenis Arabika atau Robusta yang biasa terdengar.
Bisa jadi, itu adalah coffee Excelsa, sang ‘mutiara tersembunyi’ di dunia coffee yang namanya sering terlupakan, namun punya pesona luar biasa yang patut diungkap.
Apa Itu Coffee Excelsa?
Coffee Excelsa adalah satu dari empat varietas utama tanaman coffee yang diakui dunia, selain Arabika, Robusta, dan Liberika.
Meski kurang populer, Excelsa memiliki keunikan yang membuatnya sangat menarik untuk dibahas.
Tanaman coffee ini tergolong langka dan sering kali tertukar dengan jenis Liberika karena kemiripan morfologinya, tapi sebenarnya Excelsa memiliki karakteristik yang sangat berbeda.
Asal nama “Excelsa” sendiri berasal dari kata Latin yang berarti “tinggi” atau “terangkat,” mengacu pada ketinggian tumbuh tanaman ini yang biasanya antara 600 hingga 1200 meter di atas permukaan laut.
Coffee Excelsa banyak ditemukan di Asia Tenggara, khususnya Filipina dan Vietnam, serta di beberapa wilayah Indonesia seperti Aceh dan Sumatra Utara.
Keunikan Botaninya
Berbeda dari Arabika yang tumbuh di dataran tinggi dan Robusta yang tahan di dataran rendah, Excelsa memiliki kombinasi adaptasi unik.
Pohonnya biasanya lebih besar dengan daun yang lebar dan bertekstur kasar. Biji coffee dari Excelsa berukuran sedikit lebih besar dan bentuknya agak lonjong.
Karena keunikan bentuk dan rasanya, coffee Excelsa kadang disebut sebagai coffee ‘wild’ atau coffee liar.
Keunikan lain yang menarik adalah masa panennya yang lebih singkat dibandingkan Arabika, namun tanaman ini sensitif terhadap perubahan iklim dan serangan hama, membuat produksinya terbatas.
Inilah salah satu alasan mengapa coffee Excelsa dianggap langka dan eksklusif.
Jika Anda menyangka semua coffee hanya punya rasa pahit dan aroma cokelat atau kacang, coffee Excelsa akan mengubah pandangan Anda.
Coffee ini menghadirkan profil rasa yang sangat kompleks dan sulit ditemukan pada varietas lain.
Pertama, coffee Excelsa dikenal dengan rasa asam buah yang segar, mirip campuran buah seperti ceri, apel hijau, dan bahkan sedikit nuansa berry.
Namun, rasa asam ini tidak menyengat seperti pada coffee Arabika; lebih lembut dan sedikit manis.
Hal ini menjadikannya menarik bagi penikmat coffee yang menginginkan sesuatu yang berbeda dari standar asam-amer yang sering dijumpai.
Selain itu, coffee Excelsa memiliki aftertaste yang beraroma unik, berupa sentuhan rempah dan bunga, yang kadang menyerupai rasa herbal atau teh.
Sensasi ini memberi dimensi baru saat Anda menyesap perlahan, menjadikan coffee terasa seperti “perjalanan rasa” yang berkelok-kelok di lidah.
Berbagai barista dan pakar coffee menganggap Excelsa ideal untuk eksperimen campuran coffee, karena bisa memberikan sentuhan buah dan asam yang menonjol tanpa menghilangkan karakter pahit dan bold pada coffee campuran.
Budidaya dan Tantangan Produksi
Budidaya coffee Excelsa bukan hal mudah.
Tanaman ini memerlukan perhatian khusus karena sensitif terhadap serangan hama dan perubahan suhu.
Di Indonesia sendiri, sayangnya coffee Excelsa kurang mendapatkan perhatian dibandingkan Arabika dan Robusta.
Padahal, potensi pasar internasional bagi coffee dengan rasa unik seperti Excelsa sangat besar.
Masyarakat petani biasanya menganggap Excelsa sebagai coffee pelengkap atau campuran karena hasil panennya yang tidak terlalu melimpah dan konsistensinya yang sulit dijaga.
Namun, di Filipina, coffee Excelsa mulai mendapatkan apresiasi tinggi dan menjadi salah satu coffee unggulan dengan sebutan “Heritage Coffee” untuk pelestarian budaya coffee lokal.
Coffee Excelsa di Dunia Coffee Modern
Di tengah gempuran coffee spesialti dan single origin yang terus berkembang, coffee Excelsa perlahan mulai mendapat tempat di hati para penikmat coffee muda dan para ahli coffee.
Karena profil rasanya yang unik, Excelsa sering dipakai sebagai bahan eksperimen dalam membuat blend coffee spesial yang memberikan keseimbangan antara keasaman, rasa buah, dan kekayaan coffee.
Beberapa kedai coffee di berbagai negara kini mulai memperkenalkan Excelsa sebagai coffee single origin yang eksklusif.
Bahkan, para penggemar coffee pun dibuat penasaran dan terdorong mengeksplorasi coffee ini sebagai pilihan alternatif dari Arabika yang mainstream.
Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba olahan coffee Excelsa dari Perkebunan Coffee Karanganjar yang terletak di lereng Gunung Kelud, Blitar.
Coffee Excelsa dari De Karanganjar bukan hanya varietas coffee biasa, melainkan warisan rasa dan budaya yang telah terjaga lebih dari satu abad.
Dengan cita rasa yang unik, yakni perpaduan antara pahit dan asam segar buah tropis, coffee ini menawarkan pengalaman mendalam yang berbeda dari coffee Arabika maupun Robusta.
Perkebunan Karanganjar, yang berdiri sejak tahun 1874, memadukan tradisi pengelolaan kolonial dengan inovasi modern dalam pengolahan coffee sehingga menghasilkan coffee Excelsa berkualitas tinggi yang mencerminkan kekayaan alam dan budayanya.
Anda juga bisa menikmatinya dengan suasana vintage khas kolonial di OG Caffe, tempat yang menghadirkan nuansa hangat dan autentik, melengkapi kenikmatan coffee dengan pengalaman historis yang memikat.






