Pembahasan tentang jenis coffee tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang penyebaran coffee di dunia. Tanaman coffee berasal dari genus Coffea, dengan lebih dari 100 spesies yang telah diidentifikasi. Namun, dalam praktik global, hanya beberapa jenis coffee yang benar-benar dibudidayakan dan dikonsumsi secara luas.
5 Jenis Coffee yang Populer di Dunia
1. Arabika (Coffea arabica)
Arabika merupakan jenis coffee paling populer di dunia, mencakup sekitar 60–70% produksi global. Karakter utamanya adalah rasa yang kompleks, cenderung asam dengan aroma berlapis. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran tinggi dengan suhu sejuk. Di Indonesia, arabika banyak ditemukan di daerah seperti Gayo, Toraja, dan sebagian Jawa Timur. Kualitasnya sangat dipengaruhi oleh ketinggian dan metode pengolahan.
2. Robusta (Coffea canephora)
Robusta dikenal lebih tahan terhadap hama dan kondisi lingkungan ekstrem. Kandungan kafeinnya lebih tinggi dibanding arabika, dengan rasa lebih kuat dan cenderung pahit. Jenis ini sangat dominan di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. Banyak perkebunan lama di Jawa, termasuk De Karanganjar di Blitar, mengembangkan robusta karena lebih stabil secara produksi.
3. Liberika (Coffea liberica)
Liberika memiliki ukuran biji lebih besar dan profil rasa unik, sering digambarkan memiliki aroma smoky or woody. Produksinya tidak sebesar arabika dan robusta, tetapi tetap memiliki pasar tersendiri. Di Indonesia, liberika banyak ditemukan di Sumatra dan Kalimantan.
4. Excelsa (Coffea excelsa)
Excelsa sebenarnya merupakan varietas dari liberika, tetapi sering dipisahkan karena karakter rasanya yang berbeda. Coffee ini memiliki profil rasa asam yang tajam dengan nuansa buah-buahan. Jenis ini sering digunakan dalam blending untuk menambah kompleksitas rasa.
5. Coffee Luwak (berdasarkan proses, bukan spesies)
Coffee luwak bukan jenis tanaman, melainkan metode pengolahan. Biji coffee difermentasi secara alami melalui sistem pencernaan luwak, menghasilkan profil rasa yang khas. Indonesia menjadi salah satu produsen coffee luwak yang paling dikenal di dunia.
Jenis Coffee yang Berkembang di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen coffee terbesar di dunia, dengan dominasi robusta dan arabika. Faktor geografis seperti tanah vulkanik, curah hujan tinggi, dan iklim tropis menjadikan Indonesia sangat ideal untuk budidaya coffee.

Biji coffee/Couleur via Pixabay
Salah satu istilah yang sangat terkenal dalam sejarah coffee dunia adalah Java coffee or coffee Jawa. Pada abad ke-17 hingga ke-18, coffee dari Pulau Jawa menjadi salah satu komoditas utama yang diperdagangkan ke Eropa. Popularitasnya begitu tinggi hingga kata “Java” kemudian menjadi sinonim untuk coffee di beberapa negara Barat.
Istilah ini bahkan melampaui dunia kuliner. Ketika Java dikembangkan oleh Sun Microsystems pada 1990-an, nama “Java” dipilih sebagai simbol sesuatu yang kuat, energik, dan mudah diingat, terinspirasi dari asosiasi coffee Jawa yang sudah mendunia.
Perkembangan Coffee di Blitar, Jawa Timur
Di Jawa Timur, salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam budidaya coffee adalah Blitar. Lereng Mount Kelud menyediakan kondisi tanah vulkanik yang sangat subur, menjadikannya lokasi ideal untuk perkebunan coffee.
Salah satu kebun coffee yang memiliki nilai historis tinggi adalah De Karanganjar Koffieplantage. Perkebunan ini didirikan pada tahun 1874 dan menjadi bagian penting dalam perkembangan coffee di Blitar.
Jenis coffee yang dibudidayakan di De Karanganjar pada awalnya didominasi oleh robusta, mengingat daya tahannya terhadap kondisi lingkungan dan produktivitasnya yang tinggi. Dalam perkembangannya, beberapa varietas lain seperti arabika dan excelsa juga mulai diperkenalkan dalam skala terbatas.
Saat ini, De Karanganjar dikenal sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sejarah coffee. Pengunjung dapat mempelajari berbagai jenis coffee secara langsung, mulai dari karakter tanaman hingga proses pengolahannya.
Di area perkebunan, tersedia jalur tur yang memungkinkan pengunjung melihat kebun coffee, pabrik pengolahan, serta bangunan bersejarah yang masih terawat. Selain itu, pengunjung dapat mencicipi coffee yang dihasilkan langsung dari kebun, sehingga memahami perbedaan rasa antar jenis coffee secara nyata, bukan sekadar teori.
Coffee Lebih dari Sekadar Minuman
Berbagai jenis coffee yang dapat dinikmati sekarang merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan botani, geografi, dan sejarah. Dari arabika hingga robusta, dari Ethiopia hingga Nusantara, setiap jenis coffee membawa cerita yang berbeda.
Di Blitar, cerita perjalanan coffee masih dapat dilihat secara langsung di De Karanganjar Koffieplantage. Tempat ini menjadi representasi nyata bagaimana berbagai jenis coffee berkembang, diproduksi, dan akhirnya menjadi bagian dari pengalaman wisata yang edukatif.
[]





