Bisa membayangkan aroma coffee yang sangat kuat muncul dari panci tua di atas tungku arang?
Kemudian terdengar suara “kothok-kothok” yang riang saat coffee direbus perlahan.
Begitu diseruput, rasanya langsung bikin melek!
Inilah Coffee Kothok, minuman andalan para petani dan pekerja di Jawa yang punya rahasia kenikmatan tiada dua.
Asal-Usul: Warisan dari Zaman Dulu
Coffee kothok besar di daerah Cepu dan Padangan (Blora, Jawa Tengah), lalu menyebar hingga ke Jawa Timur.
Nama “kothok” diambil dari cara pembuatannya, yaitu direbus sampai kental.
Konon, cara masak ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Karena keterbatasan alat, warga lokal mengolah coffee sendiri dengan alat seadanya di atas api arang.
Sampai sekarang, banyak warung di Blora yang masih menyangrai kopinya sendiri agar rasanya tetap asli dan aromanya tetap “nendang”.
Rahasia Menyeduhnya
Apa bedanya dengan coffee biasa?
Kalau coffee tubruk biasanya cuma disiram air panas, coffee kothok itu direbus bareng gula.
Dalam proses pembuatannya, bubuk coffee kasar dan gula dicampur air, lalu direbus sampai mendidih dan berbusa (suara kothok-kothok).
Dengan menggunakan panci tanah liat atau logam di atas arang kayu, secara tidak langsung memberikan aroma asap (smoky) yang membuat aroma coffee semakin tajam.
Hasilnya, tekstur kopinya kental seperti sirup, warnanya hitam pekat, dan tanpa ampas yang mengganggu di lidah.
Sekali coba, Anda akan merasakan ledakan rasa pahit dan manis yang seimbang.
Karena direbus lama, rasa coffee jadi lebih keluar (bold) dan terasa lembut di tenggorokan.
Ada sentuhan rasa karamel dari gula yang terbakar dan aroma tanah yang alami.
Selain enak, coffee ini juga dipercaya bisa menambah stamina buat kamu yang punya aktivitas padat.
Di Jawa, coffee kothok adalah simbol kebersamaan.
Sangat mudah menemukannya, di warung-warung coffee yang buka 24 jam, minuman ini jadi teman setia saat orang berkumpul untuk ngobrolin apa saja mulai dari masalah hidup, politik, sampai soal panen.
Proses masaknya yang pelan seolah mengajak kita untuk “berhenti sejenak” dan menikmati waktu bersama teman atau keluarga.
Tips Membuat Coffee Kothok di Rumah
Ingin coba bikin sendiri? Ini tipsnya:
1. Gunakan biji coffee Robusta yang digiling agak kasar.
2. Rebus dengan api kecil selama 5-7 menit bersama gula.
3. Jangan disaring terlalu halus agar tekstur kentalnya tetap terasa.
4. Sajikan panas-panas di gelas berbahan tebal.
Kalau mau rasa yang lebih premium, cobalah pakai biji coffee dari De Karanganjar Koffieplantage di Blitar.
Ini adalah perkebunan coffee bersejarah sejak tahun 1874 di lereng Gunung Kelud.
Biji coffee Robusta dari sana punya rasa cokelat yang kuat, sangat cocok kalau diolah jadi coffee kothok.
Perpaduan teknik rebus tradisional dengan biji coffee legendaris Blitar akan menghasilkan secangkir coffee yang penuh sejarah.
Selamat mencoba!






